Memahami Maksud Peringatan Dini Tsunami Dengan Status Waspada, Siaga, Dan Awas

oleh -60 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Gempa Banten dengan kekuatan magnitudo 6,9 yg terjadi pada Jumat (2/8/2019) pukul 19.30 WIB, berpusat di 7.54 LS, 104.58 BT, atau 147 kilometer sebelah barat daya Sumur, Banten.

Gempa ini juga terjadi di sejumlah daerah, di antaranya Bengkulu, Jawa Barat, Lampung, hingga Jawa Tengah, dan Mataram, NTB.

Gempa Banten diikuti peringatan dini tsunami yg dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yg kemudian dicabut pada pukul 21.35 WIB.

Dalam rilis peringatan dini yg dikeluarkan BMKG, ada daftar wilayah yg berpotensi tsunami dengan status berbeda-beda.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112'); });

Baca juga: Peringatan Dini Tsunami Dicabut, Warga Pesisir Pandeglang Bisa Pulang

Ada yg berstatus waspada, siaga, dan awas. Lantas, apa saja maksud dari status-status ini dalam peringatan dini tsunami?

1. Waspada

Status waspada dikeluarkan berdasarkan perkiraan ketinggian gelombang tsunami kurang dari 50 cm atau sekitar 0.5 meter.

Di peta ancaman, status waspada berwarna kuning.

“Di peta ancaman berwarna kuning, estimasi potensi tsunaminya kurang dar 0,5 meter,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono ketika dihubungi , Sabtu (3/8/2019).

Daryono menyebutkan, pada level waspada, sirine belum harus dibunyikan.

Baca juga: 5 Fakta Seputar Gempa Banten yg Berpotensi Tsunami

Pada status ini, menurut Daryono, masyarakat diimbau bagi menjauhi pantai dan muara sungai.

“Cukup menjauhi pantai dan muara sungai,” ujar Daryono.

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.