Ma’ruf Amin: HTI Bukan Ditolak, Tetapi Tertolak…

oleh -80 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA,  — Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin dititipi pesan oleh kelompok Milenial Anti Hoaks yg tiba ke rumahnya bagi menjaga persatuan Indonesia. Salah satunya dengan menjaga agar organisasi HTI tak hidup lagi.

Ma'ruf pun berpendapat HTI di Indonesia bukan ditolak, tapi tertolak.

“Kenapa HTI itu ditolak? Saya bilang bukan ditolak, tapi tertolak. Berbeda itu. Kalau ditolak itu dapat masuk hanya ditolak. Kalau tertolak itu memang tak mampu masuk karena dia membawa sistem yg tak sesuai dengan kesepakatan,” ujar Ma'ruf di Jalan Situbondo, Jumat (8/3/2019).

Baca juga: Kasasi Ditolak MA, Ini Tanggapan Pihak HTI

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112'); });

Ma'ruf mengatakan, negara Indonesia dibangun berdasarkan kesepakatan, merupakan dengan Pancasila. Dalam negara yg majemuk ini, kata Ma'ruf, sulit membuat kesepakatan yg dapat disetujui seluruh kelompok.

Indonesia memiliki Pancasila dan UUD 1945 yg menjadi pemersatu keragaman bangsa Indonesia. Sementara HTI yg membawa konsep negara khilafah secara otomatis “tertolak” dari kesepakatan yg ada.

“Dia bawa khilafah. Khilafah itu menyalahi kesepakatan. Maka, otomatis tertolak,” katanya.

Baca juga: Jejak Yusril Melawan Jokowi, dari Bela Prabowo hingga HTI

Namun, kata Ma'ruf, organisasi HTI ini cukup besar. Oleh karena itu, negara harus menempuh pendekatan konstitusional bagi menghentikan pergerakannya. Ma'ruf menyampaikan ini adalah upaya buat menjaga keutuhan negara.

Sebagai cawapres, Ma'ruf mengaku ingin ikut mendampingi Jokowi dalam menjaga NKRI. Ma'ruf menyampaikan dirinya lebih baik tetap menjadi Rais Aam PBNU seandainya tak berniat melaksanakan ini.

“Justru kenapa aku mau jadi calon wakil presiden ini karena aku ingin menjaga keutuhan NKRI. Saya lebih nyaman jadi Ketua MUI dan Rais aam PBNU, (lebih) tenang. Sekarang ini aku kayak sopir taksi ngejar setoran. Muter saja ke mana-mana segala Indonesia,” ujar Ma'ruf.

TV Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menon-aktifkan beberapa pengajarnya karena diduga terafiliasi dengan HTI.

 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca