KPU Coret 844.000 Pemilih Akibat E-KTP, Mendagri Harap Warga Proaktif

oleh -105 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Pilkada Serentak 2018 mulai dilaksanakan pada 27 Juni mendatang. Namun, ketika ini masih ada 844.000 warga Indonesia yg belum melakukan perekaman KTP berbasis elektronik ( e-KTP) sehingga dicoret Komisi Pemilihan Umum dari daftar pemilih.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berharap warga yg belum melakukan perekaman buat kooperatif, agar penentuan lokasi tempat pemungutan suara mampu ditetapkan secara valid. Ia melihat masih banyak data-data ganda dari warga.

“Saya harapkan mereka juga proaktif. Minimal di data kita ada ganda, sesuatu orang itu milik beberapa atau tiga KTP. Tolonglah merekam ulang, memastikan nama ini masih hidup atau enggak,” kata Tjahjo di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Jika sebagian dari 844.000 warga yg ada di perkotaan tidak proaktif, maka Kemendagri dan pihak penyelenggara tentu mulai mengalami kesulitan dalam mempersiapkan Pilkada Serentak 2018.

Baca juga: Permendagri Diterbitkan, Urus E-KTP Sampai Jadi Maksimal 1 Hari!

Sementara di wilayah pedesaan dan pelosok, Kemendagri melakukan jemput bola dalam perekaman e-KTP.

“Ya kalau yg 800.000 sekian tadi enggak mau merekam, enggak mau tiba (ke dinas kependudukan dan catatan sipil) ya sulit,” ucap Tjahjo.

“Kalau desa pinggiran ya kalian proaktif, ya ngecek, tetapi kalau tinggal di kota ya repot. Jadi proaktif masyarakat yg kalian perlukan,” ujar politisi PDI-P itu.

Tjahjo mengingatkan, agar warga yg belum juga melakukan perekaman tak menyalahkan KPU saat namanya tak tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT).

“Sisa (warga) yg belum merekam tadi jangan salahkan pemerintah jangan salahkan KPU kalau namanya tak terdaftar di TPS ya,” kata Tjahjo.

Baca juga: KPU Dorong Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Selesaikan Perekaman E-KTP

Di sisi lain, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Thantowi mengatakan, KPU sudah bekerja sama dengan semua dinas kependudukan dan catatan sipil buat mendorong percepatan perekaman e-KTP.

“Warga yg belum milik e-KTP itu selalu kalian dorong buat melakukan perekaman. Data terakhir bagi Pilkada 2018 itu sekitar 844.000 warga negara yg belum melakukan perekaman,” ujar Pramono.

Pramono optimistis jumlah warga yg belum merekam e-KTP dapat turun kembali. Sebab, dua bulan silam, terdapat 11 juta warga yg belum melakukan perekaman e-KTP.

Oleh karena itu, KPU juga mulai melakukan cek silang daftar penduduk potensial pemilih (DP4) dan data lama Kemendagri.

TV Puluhan ribu warga Kabupaten Bone Sulawesi Selatan belum melakukan rekaman kartu tanda penduduk elektronik.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca