KLHK Sebut Jabungtimur Dan Jakarta Rentan Alami Kenaikan Polusi Udara

oleh -75 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

– Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK) mengungkapkan bahwa Jakarta dan kota-kota besar di Asia mengalami persoalan pencemaran perkotaan.

Adapun keterangan tersebut berdasarkan data dari situs aktual polusi udara dunia, aqicn.com.

Perlu diketahui aqicn.com menggolongkan kategori polusi udara menjadi enam tipe, yakni baik, sedang, tak sehat untuk kelompok sensitif, tak sehat, sangat tak sehat, dan berbahaya.

Dalam data tersebut, Kabupaten Jabungtimur, Provinsi Jambi, mengalami kenaikan polusi udara dengan konsentrasi PM 2,5 yg awalnya berada di kategori “baik” pada Senin (11/3/2019) kini menjadi kategori “tidak sehat untuk kelompok sensitif” pada Selasa (12/3/2019).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112'); });

Bahkan wilayah ini sempat berada di kategori “tidak sehat” pada titik mencapai skor 173.

“Laporan dari lapangan, beberapa hari sebelumnya ada lahan terbakar di Jabungtimur, tapi segera bisa dipadamkan,” ujar Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Karliansyah kepada pada Selasa (12/3/2019).

Sementara itu, Kota Jakarta yg terkenal dengan polusi udara juga disebut-sebut dalam data aqicn.com.

Dalam data, Jakarta berada di kategori “sedang” pada Selasa (12/3/2019) dengan skor sekitar 78. Angka ini jauh lebih rendah seandainya dibandingkan dengan skor di Jabungtimur yg berkisar 124.

Menanggapi hal itu, pihak KLHK memasang 13 stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) yg menolong pemerintah mengetahui kadar polusi udara.

Menurut Karliansyah, data AQMS KLHK dapat diuji juga dengan data di situs aqicn.com.

“Data AQMS adalah data kualitas udara real time dan berkelanjutan yg dihasilkan dari sensor AQMS. Data ini nantinya dapat dibandingkan dengan aqicn.com,” ujar Karliansyah.

Menurut dia, penyebab penting udara tak sehat di Jakarta adalah polusi transportasi, terutama parameter ozon. Ozon terbentuk karena reaksi kimia dari Hidrokarbon hasil pembakaran kendaraan bermotor.

Karliansyah juga mengungkapkan bahwa pemerintah sudah berupaya buat mengurangi pencemaran udara dari kendaraan bermotor dengan membuat busway, membangun MRT dan LRT, serta memberlakukan plat nomor ganjil genap.

Selain itu, situs aqicn.com juga memperingkat negara-negara dengan kualitas polusi udara di dunia.

Hasilnya, Indonesia berada di urutan 17 dengan skor 151 dari 94 negara yg terangkum oleh aqicn.com pada pukul 2-;35 WIB.

Di posisi ini, Indonesia terletak lebih tinggi polusi udaranya daripada negara-negara bersebelahan, seperti Malaysia dengan skor 97, Singapura dengan skor 57, dan Brunei Darusalam dengan skor 10.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca