Waspada Demam Berdarah Dengue

oleh -86 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Pasien DBD biasanyadatang dengan demam rata-rata telah lebih dari 3 hari dan pemeriksaan darah lebih lanjut mendapatkantrombosit telah turun kurang dari 150 ribu.

Terjadi peningkatan perkara DBD dalam dua hari terakhir. Melihat keadaan ini, masyarakat dan dokter harus waspada bahwa demam berdarah akan mengancam Jakarta dan kota – kota besar lainnya.

Sebenarnya, semakindini seseorang diketahui menderita DBD, makin gampang ditangani dan tak gampang jatuh ke berbagai komplikasi seperti syok dan perdarahan yg lebih sulit ditangani.

Penyakit demam berdarah yaitu penyakit endemis di Indonesia dan perkara demam berdarah mampu ditemukan sepanjang tahun. Karena itu, sebaiknya masyarakat dan dokter juga telah paham mampu mengenali perkara demam berdarah dengan waktu cepat.
Kita berharap kasus-kasus demam berdarah tidak tiba terlambat ke rumah sakit.

“Karena makin terlambat, semakin susah bagi ditangani. Saat ini demam tinggi mendadak yg terjadi di kota-kota besar di Indonesia terutama di Jakarta harus dicurigai demam berdarah sebagai penyebabnya,” kata Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB dari divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI- RSCM, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Rabu, (23/01/2019).

Saat ini, gejala klinis demam berdarah cukup bervariasi. Demam yg timbul mampu secara selalu menerus, mampu naik turun dan dapat cuma 1-2 hari saja.

“Karena adanya demam yg mendadak, perlu diwaspadai kemungkinan penyakit demam berdarah sebagai penyebabnya.

Selain demam tinggi yg mendadak, pasien tidak jarang kala juga merasakan gangguan pada pencernaan berupa nyeri di ulu hati, mual bahkan muntah, nyeri perut serta susah buang air besar, diare pun mampu ditemukan pada 5-6 persen masalah DBD,” tambahnya.

Pasien dengan DBD juga dapat disertai keluhan kepala pusing seperti melayang, pegal dan rasa nyeri di otot. Pada penyakit DBD yg berat setelah 2-5 hari demam mampu terjadi manifestasi perdarahan, baik berupa bintik merah pada kulit terutama di tangan, kaki dan dada, mimisan, gusi berdarah bahkan sampai muntah darah.

Bahkan, seandainya terlambat mampu saja pasien tiba telah dalam kondisi syok ditandai dengan tekanan darah yg turun, ujung-ujung kaki dan tangan menjadi dingin, nadinya menjadi cepat. Kondisi pasien biasanya lemah dan tak bertenaga.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca