Tumor Di Otak Pada Wanita Ini Picu Delusi Menyeramkan

oleh -312 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta, Di penghujung tahun 2015, seorang wanita berusia 48 tahun tiba ke instalasi gawat darurat di Bern, Swiss dengan dua luka tusuk di dadanya.

Namun ada tiga hal mengejutkan yg berkaitan dengan masalah wanita ini. Pertama, luka-luka itu yaitu hasil tusukannya sendiri. Kedua, luka-luka tusuk tersebut dilaporkan dalam, bahkan ada yg sampai 7 cm.

Ketiga, wanita ini mengaku menusuk-nusuk dadanya karena perintah segera dari Tuhan. Menurut Sebastian Walther, psikiater yg menangani wanita yg cuma diketahui bernama Sarah itu, Sarah kelihatan sebagai orang yg ‘sangat terberkati'.

Ia mengaku tidak jarang mendengar suara-suara yg tidak jarang berlangsung hingga berjam-jam. Baginya itu adalah suara Tuhan dan terdengar ‘menyenangkan', meskipun faktanya suara-suara itu memberinya instruksi mematikan. Demikian seperti dilaporkan BBC.

Dari penggambaran Sarah, bisa disimpulkan bahwa suara-suara yg ia dengar sangat jelas, seperti halnya yg kadang dialami oleh pasien gangguan jiwa.

Sempat muncul dugaan seandainya Sarah mengidap skizofrenia karena halusinasi auditori yg dimilikinya, namun gejala klasik dari pengidap skizofrenia tak kelihatan pada diri Sarah.

Dari masa dahulu Sarah diketahui ia memang memiliki ketertarikan pada keyakinan tertentu sejak berusia 13 tahun, namun ini tidak pernah lama.

Kemudian dikerjakan scan pada otaknya, dan hasilnya mengungkap bahwa Sarah memiliki tumor di salah sesuatu bagian paling ‘kritis' di otaknya, merupakan di bagian yg berperan utama dalam memproses suara. Walther memperkirakan tumor itu dapat saja telah di otaknya sejak ia masih remaja, atau ketika di mana ketertarikannya pada agama tertentu muncul.

Baca juga: Bocah ini Sudah Puber di Usia TK, Ternyata Karena Tumor Otak

Dari hasil kilas balik yg dikerjakan Walther, Sarah juga tercatat cuma mengalami 4 kali gejala dan semuanya sama: Sarah mendengar suara-suara ilahi, merasa sangat relijius dan cenderung mendekatkan diri dengan kelompok-kelompok keagamaan. Namun kemunculan gejala ini pun tidak pernah lama. Jika tak sedang kambuh, Sarah juga tampak biasa-biasa saja.

Walther dan koleganya pun sampai pada kesimpulan bahwa halusinasi dan delusi yg dialami Sarah yaitu akibat segera dari tumornya. Alasan mengapa kemunculannya tak tentu adalah karena macam tumor di otak Sarah tergolong sangat lambat.

Selain itu, lanjut Walther, otak lama-kelamaan mampu beradaptasi dengan stres atau tekanan yg ditimbulkan tumor itu dari waktu.

Lebih jauh, tumor tersebut juga diketahui berupa tumor jinak yg tak tumbuh secara invasif atau di luar kendali seperti halnya kanker. Hasil scan kedua memperlihatkan bahwa tumor di otak Sarah stabil, namun karena lokasinya, tim dokter belum bisa memastikan apakah operasi atau terapi radiasi mampu dikerjakan pada Sarah.

Baca juga: Wanita Ini Mengalami Perubahan Perilaku yg Tak Biasa Akibat Tumor Otak (lll/up)
Sumber: http://health.detik.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca