Tips Orangtua Bangun Komunikasi Dengan Anak

oleh -135 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Ada dua tips yg mampu dikerjakan orangtua buat membangun komunikasi yg positif dengan anak remajanya.

Hal tersebut terutama dalam situasi dan keadaan saat anak berperilaku tak menyenangkan atau tak diharapkan oleh orangtua. Berikut adalah dua tips dari Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., Psikolog di acara program EF Mobile di SOS Childrens Villages Cibubur Jakarta, Senin, (05/08/2019).

1. Mendengar aktif

Cara ini mampu dikerjakan dengan duduk berdekatan dan sejajar dengan anak, tatap mata atau wajahnya, dengarkan tanpa menyela, tahan nasehat, dan tangkap emosi yg kelihatan atau terdengar dari anak.

Lalu tunjukkan bahwa kami memahami emosi yg anak rasakan. Dengan demikian anak mulai merasa diterima dan dihargai emosinya. Anak yg merasa dihargai mulai lebih gampang didekati dan diarahkan nantinya.

2. I message atau Pesan Saya

Saat menghadapi perilaku anak yg membuat kesal atau emosi, hindari “You message” atau kalimat dengan subjek Kamu”, diikuti dengan kata-kata yg menggeneralisasi misalnya, Kamu tuh ya, gak pernah mau dengar kata Ibu!” atau Kamu terus saja mengulangi kesalahan!”

Kata-kata seperti ini, mampu membuat anak merasa diserang dan tak diberikan kesempatan bagi memperlihatkan perubahan, yg pada akhirnya membuat mereka jadi malas bagi berubah.

Cobalah buat memakai “I message yg diawali dengan “Saya (orangtua) + Perasaan Saya (utarakan perasaan Anda) + Perilaku Anak”, misalnya, Ibu sedih, kamu tak mau mendengarkan kata-kata Ibu! atau Ayah kecewa kamu mengulangi lagi kesalahan yg sama!”

Nah, cara ini mampu diterima lebih baik oleh anak karena membuat mereka jadi tahu apa yg dirasakan oleh orangtuanya atau orang lain, sehingga mereka lebih terbuka, gampang bagi diajak bicara, diskusi, dan bekerjasama.

3. Self Care

Ketika berada dalam situasi atau keadaan yg memicu emosi, orangtua juga perlu melakukan dua cara sederhana seperti pernafasan kotak (tarik dan buang nafas perlahan sambil membayangkan membuat bentuk kotak), orientasi panca indera (fokus pada apa yg Anda lihat atau dengar ketika ini dan seterusnya), atau mencoba pertemukan ujung jari tangan kanan dengan kiri dulu rasakan denyutan di setiap ujung jari.

Lakukan berulang, hingga emosi atau rasa tak nyaman dalam diri selalu berkurang dan hilang.

“Dengan cara ini, kalian bisa menenangkan emosi kami sendiri, sehingga kami bisa berpikir lebih jernih, dan mampu melakukan pendekatan yg lebih baik kepada anak,” katanya. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.