Peran Orangtua Sangat Besar Ketika Anak Remaja

oleh -58 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Tidak cuma pada masa kecil, anak sangat butuh peran orangtua ketika beranjak dewasa.

Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., Psikolog mengatakan, bahwa orangtua memiliki andil besar saat anak-anak akan memasuki masa remaja agar anak tak gampang terjerumus ke hal atau tindakan yg tak diinginkan.

Hal ini disampaikannya dalam acara sharing session yg diselenggarakan oleh EF English First bertajuk Kiat Sukses Berkomunikasi dengan Remaja, di SOS Childrens Villages.

Pada kesempatan yg sama, Cinthya, Marketing Manager EF English First menyampaikan kegiatan ini yaitu komitmen EF buat memberikan lebih banyak manfaat kepada masyarakat melalui pendidikan, dan acara tersebut yaitu rangkaian dari program EF Mobile di SOS Childrens Villages Cibubur Jakarta.

“Topik dan materi yg diberikan, disusun berdasarkan kebutuhan orangtua asuh di SOS yg disampaikannya melalui tanya jawab kalian dengan ibu-ibu asuh di sini. Sebagai orangtua, mereka ingin tahu bagaimana cara buat menghadapi anak-anak mereka, terutama yg telah menginjak masa remaja. Selain itu, mereka juga ingin membekali diri dengan lebih banyak lagi pengetahuan seputar pola asuh, bagi bisa memberikan yg terbaik untuk anak dan menjadikan mereka anak-anak yg mandiri,” ungkap Cinthya, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Senin, (05/08/2019).

Hal penting yg perlu dipahami orangtua adalah bagaimana proses tumbuh kembang anak ketika memasuki usia remaja. Ada perbedaan antara otak remaja (teen brain) dengan otak.

“orang dewasa (adult brain), terutama pada perkembangan prefrontal cortex atau otak bagian depan yg berfungsi dalam pengambilan keputusan, menimbang baik dan buruk serta memilah tindakan yg tepat,” papar Vera.

Prefrontal cortex pada orang dewasa sudah berfungsi optimal sehingga bisa menentukan mana yg baik dan benar atau melakukan pertimbangan yg matang sebelum bertindak.

Pada remaja, bagian otak ini masih dalam proses perkembangan sehingga belum berfungsi dengan maksimal.

“Proses ini mulai berlangsung hingga individu mencapai usia 20-25 tahun. Selama bagian ini belum berfungsi ideal, perilaku remaja mulai lebih banyak dipengaruhi oleh emosi,” kata Vera. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.