Pendidikan Berkelanjutan Penting Bagi Anak Yatim

oleh -61 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Anak Yatim dan Piatu di Indonesia banyak yg belum tersentuh pendidikan. Hal ini sangat miris karena mereka adalah masa depan bangsa.

Karena itu, OVO, Grab dan Tokopedia, melalui program kolektifnya, Patungan Untuk Berbagi, sudah mengumpulkan donasi sejumlah lebih dari IDR 11 milyar bagi memastikan pendidikan yg berkelanjutan untuk anak yatim di Indonesia.

Sebagai puncak dan penutup dari kampanye #PatunganUntukBerbagi, yg berkolaborasi dengan Rumah Yatim, OVO, Grab, dan Tokopedia mendistribusikan donasi kepada lebih dari 30,000 anak yatim di 18 provinsi di Indonesia, dari Aceh hingga Papua Barat. Donasi yg didistribusikan berupa paket perlengkapan sekolah dan beasiswa, memastikan pemenuhan kebutuhan sekolah dasar, hingga SD hingga SMA.

Pengguna OVO, Grab dan Tokopedia mendapatkan pengalaman donasi yg menarik melalui tiga aplikasi, menggarisbawahi kemudahan dan menumbuhkan kenyamanan dari pengguna Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital buat menyebarkan kebaikan selama bulan Ramadan. Dalam kurang dari 30 detik, pengguna bisa menyelesaikan donasinya secara gampang dan menjadi bagian dari masa depan anak yatim Indonesia.

“Hingga ketika ini, kita telah berhasil mendistribusikan 30.000 paket peralatan sekolah, 2.400 paket seragam sekolah dan 5.000 paket beasiswa kepada anak-anak yatim yg berada di 56 kota di 18 provinsi di Indonesia. Kami harap dengan donasi yg terkumpul dari para pengguna OVO, Grab dan Tokopedia, bisa menolong anak-anak yg berada dalam naungan kalian menjadi generasi penerus yg mandiri, terampil dan kompeten,” kata Wakil Direktur Utama Rumah Yatim, Lili Herliana Abdurrahman, Jakarta, Selasa, (06/08/2019).

Direktur OVO, Harianto Gunawan, menyampaikan sejak awal program Patungan Untuk Berbagi, OVO bersama Tokopedia dan Grab bertujuan buat memberikan dampak yg lebih besar bagi masyarakat. Salah satunya merupakan dengan menyediakan pendidikan yg layak dan berkelanjutan buat anak yatim di Indonesia.

“Kami berharap dari program ini, bisa mendorong masyarakat Indonesia bagi lebih peduli kepada sesama yg membutuhkan bantuan. Kami mulai selalu mengedukasi pengguna bagaimana memakai teknologi bagi tujuan yg baik,” papar Harianto.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.