Ngaku Deh, Hal Ini Pasti Kamu Rasakan Saat Melihat Orang Batuk

oleh -206 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Sering merasa risih dan terganggu ketika mendengar ada orang yg batuk-batuk di dekatmu? Sebenarnya batuk yaitu mekanisme alami bagi mempertahankan saluran nafas dari gangguan dari luar, seperti lendir, debu, hingga asap. Normal sih, tetapi ngaku deh, kalau melihat ada orang batuk kamu seringkali memikirkan hal-hal berikut ini.

BERITA TERKAIT
  • Program Mitsubishi Fuso & pemerintah: donasi kendaraan buat pendidikan Indonesia
  • Era baru Mitsubishi Fuso diawali dengan rencana besar perkuat segmen MDT
  • Yuk Ajak Generasi Zaman Now Viralkan AYO TOSS TB!

Maklum, Alerginya Lagi Kambuh

Selain flu, batuk juga kadang dialami oleh penderita alergi. Biasanya hal ini terjadi ketika terkena paparan debu, asap, senyawa kimia, hingga serbuk sari yg dikenal dengan rinitis alergi. Jika orang terus-menerus batuk, tanpa dibarengi demam maupun gejala flu lainnya, dapat jadi ia menderita karena bahan alergen yg ada di sekitarnya.

Wajar, lagi Musim Flu


(c) pexels

Seringkali perubahan musim atau dikenal dengan pancaroba membuat kekebalan tubuh menurun dan memicu flu. Biasanya, penyakit ini ditandai dengan pilek, demam, dan batuk kering maupun berdahak.

Kedua macam batuk ini sama-sama mengganggu, misalnya batuk kering yg merasakan gatal di tenggorokan, maupun batuk berdahak yg terkadang membandel hingga 3 pekan lamanya.

Kasihan, Asmanya sedang Kumat

Orang yg menderita asma juga kelihatan mengalami batuk kering yg terus-menerus. Tapi biasanya, batuk ini mulai memburuk pada malam hari, ketika melakukan olahraga, berada di tempat berhawa dingin, atau saat berada di sekitar pemicu alergi, seperti bulu binatang hingga serbuk sari bunga.

Untuk memastikannya, dokter mulai memberikan tes pernafasan bagi mendiagnosa asma. Biasanya, bagi meringankan gejalanya, mulai diberikan inhaler, antihistamin, atau suntikan alergi dan melihat apakah batuk berangsur reda.

Duh, Gejala Tuberkulosis Bukan, sih?


(c) pexels

Batuk yg berkepanjangan seringkali dikaitkan dengan penyakit TBC atau kini dikenal dengan tuberkulosis (TBC). Waspadai seandainya diri sendiri atau orang yang lain mengalami batuk selama lebih dari beberapa pekan dan dapat dibarengi keluhan lainnya. Mulai dari nyeri dada, sesak nafas, keluarnya darah, berkeringat di malam hari, demam, hingga berat badan yg turun secara drastis.

Gejalanya juga serupa dengan TBC-RO. Sebab, seperti juga pada diagnosis TBC maka diagnosis TBC-RO juga diawali dengan penemuan pasien terduga TBC-RO. Gejala umumnya terjadi seandainya pasien TBC gagal pengobatan kategori 2 setelah konversi 3 bulan, dan pengobatan kategori 1 setelah konversi 2 bulan. Gejala TBC pada anak biasanya ditandai dengan batuk dan demam lebih dari 2 minggu. Berat badan turun atau tak naik dalam 2 bulan sebelumnya, mengalami lesu lebih dari 2 minggu.

Jika dibiarkan tanpa penanganan yg tepat, penyakit yg dipicu oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini mampu memicu komplikasi di organ tubuh lainnya. Sayangnya, pengetahuan yg terbatas seringkali membuat orang-orang kurang waspada pada penyebarannya. Lewat dahak dan ludah yg keluar ketika batuk atau bersin, kuman TBC mampu tersebar di udara dan bertahan 1-2 jam, bahkan berhari-hari di ruang lembap atau gelap sebelum terhirup oleh orang lain.

Batuk memang nggak selamanya menjadi tanda penyakit serius. Tapi ada baiknya membentengi kesehatan diri, seperti mengonsumsi makanan yg bergizi, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, ada baiknya bagi mengupayakan pasien TBC agar terus memakai masker. Dengan begitu, sakit TBC yg dialaminya tidak sampai tertular ke orang lain.

Khusus buat menekan penularan TBC, Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. Dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) mencanangkan aksi TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh TB). Program ini mendorong masyarakat buat aktif memeriksakan diri ketika menemukan gejala khas TBC dan mendapatkan pengobatan, sehingga bisa mewujudkan Indonesia Bebas TBC 2050.

Source:
http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._67_ttg_Penanggulangan_Tuberkolosis_.pdf [tmi]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca