Musim Dingin Memberikan Efek Pada Warna Mata

oleh -37 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Bagi sebagian orang, suhu yg lebih dingin dan hari-hari yg lebih singkat mengingatkan pada malam yg indah dan nyaman.

Namun, buat yg lain, musim dingin dapat sangat menyedihkan. Sekarang, para ilmuwan menyampaikan mereka mungkin memiliki petunjuk mengapa dua orang menderita gangguan afektif musiman (SAD) sementara yg yang lain tidak.

Menurut sebuah penelitian baru-baru ini, warna mata mungkin memainkan peran penting. Penelitian baru, yg diterbitkan tahun dahulu di Open Access Journal of Behavioral Science & Psychology, menemukan bahwa orang dengan mata biru atau cerah cenderung mendapat skor lebih rendah pada kuesioner yg dirancang bagi menyaring variabilitas musiman dalam suasana hati, berat badan, selera makan, tidur, dan sosial aktivitas.

Studi ini melibatkan 175 mahasiswa sarjana dan pascasarjana dari Wales Selatan dan Siprus, dengan usia rata-rata 24 tahun.

“Alasan bahwa warna mata mungkin membuat dua orang lebih rentan terhadap depresi atau perubahan suasana hati mungkin karena jumlah cahaya yg mampu diproses mata individu,” tulis Lance Workman, PhD, penulis penting studi ini dan seorang profesor tamu psikologi di University of South Wales, pekan ini di situs web The Conversation, seperti yg dikutip dari health, Jakarta, Sabtu, (05/01/2019).

Mata dengan pigmen yg lebih sedikit, misalnya kacamata biru atau abu-abu, lebih sensitif terhadap cahaya, ia menjelaskan, yg berarti mereka tak perlu menyerap sebanyak mungkin sel retina mereka bagi menerima dan memproses gambar.
Itu juga berarti, bagaimanapun, bahwa orang-orang dengan mata yg lebih ringan melepaskan lebih sedikit melatonin selama musim gugur dan musim dingin.

Melatonin adalah hormon yg diproduksi oleh tubuh yg menolong beralih ke tidur. Tetapi dua ahli yakin bahwa terlalu banyak melatonin atau ketidakseimbangan melatonin dan serotonin, hormon pengatur suasana hati lainnya, mampu membuat orang merasa lesu atau tertekan.

Karena itu, Workman menulis, orang-orang bermata terang yg memproduksi lebih sedikit melatonin mungkin memiliki ketahanan terhadap gangguan afektif musiman. Meskipun ia memperlihatkan bahwa itu bukan jaminan terhadap depresi musim dingin.

Tentu saja, Workman menyampaikan bahwa warna mata jelas bukan satu-satunya faktor yg menentukan apakah seseorang mulai mengembangkan SAD atau tidak. Orang-orang yg menghabiskan berjam-jam di dalam ruangan juga lebih rentan terhadap kelesuan musim dingin.

“Untungnya buat mereka yg menderita SAD, cuma pergi keluar buat jalan-jalan biasa, terutama di saat-saat cerah, mulai menolong meningkatkan suasana hati mereka,” tulisnya.

Menggunakan kotak cahaya juga bisa menolong meringankan gejala yg berhubungan dengan SAD, tambahnya, tak peduli apa warna mata seseorang.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca