Mitos Kacamata Ion Ampuh Sembuhkan Penyakit Mata?

oleh -68 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Memiliki mata yg sehat dan bisa melihat dengan baik adalah harapan segala orang.

Untuk memiliki penglihatan yg sempurna sering orang-orang lebih memilih jalan pintas tanpa tahu akibat yg mulai dihadapi.

Salah sesuatu fenomena sehat cara instan yg banyak dibicarakan akhir-akhir ini adalah kacamata ion.

Jika Anda mencari kacamata ion di search engine, maka mulai banyak bermunculan website dan link market place yg menjual kacamata ion secara online.

Secara yakin diri kacama ion memproklamirkan sebagai alat kesehatan mata yg dapat mengeluarkan gelombang ion dan sinar infra merah gelombang jauh yg bermanfaat buat kesehatan mata, apalagi seandainya dipakai selama 8 jam sehari.

Kondisi medis yg diklaim mampu diobati dengan kacamata ion adalah kelainan refraksi (mata minus atau plus), silinder, mata kering, buta warna, diabetik retinopati, glaukoma, hingga katarak.

Menghadapai banyaknya masyarakat yg terlanjur yakin dengan kacamata ion, dr. Gitalisa Andayani, Sp.M (K) menyampaikan bahwa penyakit mata seperti katarak itu terjadi pada anatomi mata sedangkan bagi buta warna adalah penyakit kongenital (bawaan lahir), sehingga penggunaan kacamata ion tak dapat memberikan kesembuhan.

Selain itu beliau juga menyebutkan bahwa kacamata ion belum terbukti secara medis.

“Sehingga belum bisa dipercaya atas seluruh klaim manfaatnya, sehingga dihimbau buat masyarakat bagi tak gampang percaya,” kata Gitalisa di acara Optik Tunggal, Plaza Indonesia, Senin, (18/11/2019).

Dr. Gitalisa Andayani, Sp.M (K) juga menyarankan apabila telah terdeteksi memiliki penyakit mata, sebaiknya lakukan pemeriksaan dengan dokter mata sedangkan
untuk miopi atau hipermetropi harus diperiksa di optic dan diberi alat bantu penglihatan seperti kacamata.

Menanggapi pemberitaan mengenai maraknya kacamata ion, Alexander F. Kurniawan, chairman of Optik Tunggal juga menyanyangkan terjadinya fenomena ini.

Beliau menyebutkan seharusnya masyarakat lebih bijak lagi dalam menghadapi penyakit mata.

“Jika terjadi katarak, glaukoma, diabetik retinopati cuma mampu diobati melalui tindakan medis dan obat-obatan. Namun kelainan mata seperti minus atau plus, harus menggunakan kacamata, soft lens atau ortho-K maupun tindakan lasik,” papar Alexander F. Kurniawan.

Optik Tunggal memiliki alat pengecekan berteknologi tinggi yg mampu melakukan pengecekan mata secara akurat buat kelainan rekfraksi pada mata maupun indikasi seperti dry eyes, glukoma, katarak dan keluhan mata lainnya secara gratis.

“Selain itu Optik Tunggal juga dapat memberikan pilihan lensa terbaik buat masing masing individu dengan kebutuhan penglihatan yg berbeda tergantung gaya hidup masing-masing,” tambahnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca