Mekanisme Pengukuran Kebugaran Calon Jemaah Haji

oleh -107 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Sebelum melakukan pengukuran, para peserta dikerjakan pemeriksaan kesehatan terlebih lalu oleh tim dokter.

Selanjutnya setiap peserta mengenakan nomor dada dan dipandu bagi melakukan peregangan bersama secara berkelompok. Kemudian setiap jemaah diminta bagi berjalan kaki cepat atau berlari secara konstan sejauh 1,6 kilometer.

Sementara jemaah memulai kegiatan, dua petugas bersiaga buat mencatat waktu tempuh setiap jemaah dalam form penilaian.

Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc dan Kasie Haji Kemenag Jakarta Selatan, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Selasa, (26/02/2019), capaian waktu tempuh setiap jemaah mulai dikategorikan menjadi lima, yakni, baik sekali, baik, cukup, kurang dan kurang sekali.

Bagi yg hasilnya kurang, maka mulai direkomendasikan bagi melakukan latihan fisik yg disesuaikan dengan usia dan keadaan kesehatannya.

Pengukuran kebugaran yaitu salah sesuatu bagian dari kegiatan pembimbingan kesehatan haji dalam pembinaan kesehatan di masa keberangkatan.

Sebuah proses yg harus dilalui oleh segala jemaah haji guna mendapatkan gambaran kekuatan fisik dan memberikan rekomendasi tindakan berikutnya yg harus dilakukan. Pembinaan ini bertujuan bagi memantapkan status istitaah kesehatan haji hingga menjelang waktu keberangkatan nanti.

Seusai melakukan pengukuran kebugaran, dikerjakan juga pembimbingan dan penyuluhan kesehatan.

Jemaah haji mendapatkan materi manasik haji oleh Kasie Haji Kemenag Jaksel. Sedangkan materi penyuluhan atau pesan-pesan kesehatan disampaikan segera oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes.

Penyampaian manasik haji serta keterangan dan edukasi tentang upaya menjaga keadaan kesehatan dan praktik perilaku hidup bersih dan sehat menjadi hal yg utama bagi membekali jemaah haji menjelang waktu keberangkatan mereka menuju Arab Saudi.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca