Makanan Manis Sebabkan Nafsu Makan Anak Menurun? Berikut Ulasannya

oleh -142 Dilihat

Banyumas Raya

Baru- baru ini susu kental manis memang sedang menjadi topik yg hangat dimasyarakat. SKM ini dikabarkan mengandung kadar gula yg sangat tinggi bahkan hampir tidak mengandung susu.

BERITA TERKAIT
  • Chevron, Pertamina dan Sinopec kompak tolak kelola blok Makassar Strait
  • Kapolri pamer ke Jokowi kepercayaan publik terhadap polisi meningkat
  • Sketsa wajah disebar, pelempar batu ke bocah di Depok belum juga tertangkap

Balita memang tidak dianjurkan mengkonsumsi susu kental manis. Dikarenakan dampak buruk mampu terjadi dikemudian hari seandainya mengkonsumsi SKM ini dalam jangka panjang. Tak cuma itu saja, anak juga berisiko mulai terkena obesitas.

Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Doddy Izwardy, menjelaskan bahwa ada dampak yg tidak jarang dirasakan, tetapi belum banyak disadari orangtua, yakni nafsu makan anak menurun.

Kita harus menjaga anak-anak dari konsumsi makanan yg terlalu manis. Selain itu, menjaga mereka juga dari makanan yg terlalu gurih dan asin. Mereka dapat jadi susah makan (nafsu makan menurun), kata Doddy dalam informasi yg diterima Health Liputan6.com, ditulis Rabu (11/7/2018).

Simak video menarik berikut ini:

Terbiasa konsumsi makanan manis

Makanan manis 2018 Liputan6.com

Para orangtua kadang beranggapan, balita tak mau makan masih dianggap tak menjadi persoalan selama si kecil mau minum susu. Orangtua juga terus memberikan makanan yg diinginkan atau diminta balita dengan alasan agar anak mau makan.

Banyak pula di antara kalian yg kadang mendengar orangtua mengeluhkan balita sulit makan, apalagi sulit makan buah dan sayur. Menurut Doddy, hal itu terjadi karena anak-anak terbiasa mengonsumsi makanan atau minuman yg rasanya sangat kuat (terlalu manis, gurih atau asin).

Anak pun jadi cenderung kurang menyukai rasa dan aroma alami makanan, terutama sayur dan buah.

Batasan konsumsi gula, garam, lemak

Makanan manis 2018 Liputan6.com

Kementerian Kesehatan ketika ini milik regulasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 tahun 2013, yg selanjutnya diamandemen dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 63 Tahun 2015.

Aturan tersebut memutuskan batasan konsumsi gula, garam dan lemak buat mengurangi risiko terjadinya penyakit tak menular (PTM), seperti diabetes.

Adapun batasan konsumsi gula, garam, dan lemak yg disarankan oleh Kementerian Kesehatan per orang dalam sehari, merupakan 50 gram (4 sendok makan) gula; 2.000 miligram natrium/sodium; atau 5 gram garam (1 sendok teh); dan lemak cuma 67 gram (5 sendok makan minyak).

Namun ada juga nih, garam yg baik dikonsumsi, namanya garam himalaya. Garam ini diklaim membawa banyak manfaat sehat karena mengandung mineral murni sebanyak 92%. Kandungan nutrisi dan mineralnya masih murni terjaga karena garam ini melalui proses pemurnian yg berlebihan.

Sumber: Liputan6.com [mg2]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

No More Posts Available.

No more pages to load.