Kenali Tingkat Kecerdasan Anak

oleh -124 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Tingkat kecerdasan anak mampu kelihatan dari sebuah tes. Sebagai orangtua, pasti ingin mengetahui dan memahami bagaimana kemampuan anaknya dalam belajar.

Karena itu, kini terdapat solusi pelayanan bagi mengetahui kecerdasan anak melalui inovasi terbaru AJT CogTest. Ini adalah sebuah tes kognitif yg telah dinormakan bagi anak Indonesia. Ini juga terstandardisasi sesuai dengan karakteristik bahasa serta budaya Indonesia.

Landasan teori psikologi yg dipakai yaitu teori paling mutakhir dan komprehensif di dunia ketika ini. AJT CogTest mengukur delapan bidang kemampuan kognitif anak usia 5 sampai dengan 18 tahun sehingga kekuatan serta kelemahan kemampuan berpikir anak dalam belajar mampu teridentifikasi secara lengkap dan jelas.

Masyarakat tidak jarang dengar orangtua dan guru bercerita tentang anak-anak dengan hasil belajarnya tak seperti yg diharapkan. Beberapa mengeluh mengapa anaknya tak mampu sepintar anak-anak yang lain yg mendapat prestasi cemerlang di sekolah.

Satu pemahaman yg perlu dimiliki oleh para orangtua dan guru adalah bahwa setiap anak terlahir dengan profil kognitif dan potensi yg unik.

Peranan orangtua dan guru sangat utama dalam mengidentifikasi atau mengenali juga mengembangkan potensi yg dimiliki anak-anak, agar mereka mampu tumbuh menjadi orang yg yakin diri, optimis, berhasil, serta bermanfaat buat diri sendiri dan lingkungan.

“Kami memiliki keyakinan bahwa setiap anak Indonesia itu cerdas, kewajiban kitalah bagi mengenali kecerdasan mereka. Kami memberikan keterangan yg jelas tentang bagaimana anak memperoleh pengetahuan dahulu memproses pengetahuan yg dimiliki.” Ujar Ari Kunwidodo, Chief Executive Officer PT MCI, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Senin, (25/03/2019).

Sebagian anak ada yg mengalami kesulitan belajar, susah buat menerima materi pelajaran di sekolah. Sebagai orangtua dan guru perlu menghindari segera mengambil kesimpulan anak itu malas, atau lebih buruk lagi menyebut bodoh.

“Anak yg mengalami kesulitan belajar, bukan berarti tak cerdas dan tak memiliki kemampuan bagi menerima pelajaran yg diberikan. Kesulitan belajar yg dialami anak kemungkinan karena dipengaruhi oleh kemampuan kognitif atau otak,” tambah. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca