Kemenkes Latih Tim Kesehatan Haji Indonesia

oleh -90 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Palembang – Kementerian Kesehatan melaksanakan pelatihan kompetensi untuk Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yg mulai menyertai kelompok terbang (kloter).

Sebanyak 57 calon TKHI yg berprofesi sebagai dokter dan perawat ini memperoleh pelatihan akan 25 Februari hingga 2 Maret 2019 di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Palembang Provinsi Sumatera Selatan.

Pelatihan dilaksanakan sebagai tahapan proses rekrutmen TKHI tahun 2019. Pelatihan ini bertujuan bagi meningkatkan kapabilitas TKHI dalam memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kesehatan untuk jemaah haji di kloter.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc yg hadir membuka acara sekaligus memberikan arahan kepada para peserta pelatihan tersebut.

“TKHI adalah pelayanan tamu Allah yg sangat utama dan strategis. Mereka bekerja segera di lapangan. Bertemu segera dengan jemaah. Mereka harus kompak dan menjalankan strategi penyelenggaraan kesehatan di hulu,” ujar Eka, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Rabu, (27/02/2019).

Ia juga menekankan dua hal dasar dalam memberikan pelayanan antara yang lain dengan memperkuat promosi kesehatan dan preventif tanpa mengesampingkan kegiatan kuratif dan rehabilitatif.

TKHI kloter harus memiliki empat keterampilan sekaligus dalam memberikan layanan kepada jemaah haji.

Dokter dan perawat yg bertugas dalam kloter tak cuma dituntut bisa memberikan pengobatan kepada jemaah yg sakit, tetapi juga harus bisa memberikan penyuluhan kesehatan dan mencegah perkara kesakitan di dalam lingkup kloter yg menjadi tanggung jawabnya.

Hal ini yg membedakan TKHI di kloter dengan petugas kesehatan haji lainnya. Dalam hal terjadi perkara kedaruratan medis pada jemaah haji, TKHI diminta bagi langsung memberikan tindakan yg tepat (prompt treatment) demi menyelamatkan nyawa, mencegah kesakitan yg lebih parah, kecacatan bahkan kematian jemaah haji.

“Jangan ragu dalam memberikan pertolongan emergency, kalau perlu infus ditempat. Pengalaman saya, jemaah banyak yg alami dehidrasi, jangan menunggu mereka semakin parah. Gunakan masker dan payung serta semprotan air,” tegas Eka.

Selama dalam kloter, TKHI tak bekerja sendirian. Jemaah haji yg jumlahnya berkisar 400 orang tiap kloter, mulai disertai pula oleh Tim Pemandu Ibadah Haji (TPIH) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI).

“TKHI harus bekerjasama dengan ketua kloter dan pembimbing ibadah. Agar jemaah mampu menjalankan ibadahnya dengan baik,” tandasnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca