Kebiasaan Gigiti Kuku Bikin Pria Ini Nyaris Kehilangan Nyawa

oleh -230 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Kebiasaan buruk itu dilarang bukan karena demi gaya dan penampilan semata. Selalu ada alasan medis di balik larangan-larangan melanjutkan kebiasaan buruk.

BERITA TERKAIT

    Salah satunya kebiasaan menggigit kuku. Seorang pria harus mengalami sepsis dan nyaris meninggal karena kebiasaannya tersebut.

    Pria berumur 28 tahun yang berasal Birkdale, Inggris tersebut merasa tak enak badan setelah dia menggigit kuku. Selama seminggu, dia mengalami gejala mirip flu. Saat itu, infeksi menyebar melalui darahnya.

    Luke Hanoman, nama pria itu, akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Dia menghabiskan empat hari di bawah 24 jam observasi dan diberitahu oleh dokter bahwa dirinya sangat beruntung.

    “Saya tidak jarang menggigiti kuku sepanjang waktu. Suatu hari aku menggigit kulit di tepi kuku saya. Sedikit sakit tetapi aku tak memikirkannya,” ujar ayah beberapa anak tersebut.

    Melansir New York Post pada Rabu (2/5/2018), dia membiarkan dirinya bekerja selama sepekan dan akan mengalami gejala flu yg makin buruk.

    “Saya berkeringat dingin, gemetar, dan kemudian menjadi panas. Jari aku membengkak dan berdenyut yg tak tertahankan.”

    Luke pulang seperti biasa dan mengira dirinya cuma tak dapat tidur.

    “Aku tidur pada jumat malam dan bangun jam 2 siang keesokan harinya,” ujar Hanoman. Beruntunglah, sang ibu yg curiga karena hal tersebut langsung berpikir bantuan layanan kesehatan nasional dan memberitahu operator tentang gejalanya.

    Hanoman sendiri langsung mendapatkan infus dan perawatan di rumah sakit Southport Hospital pada Juli tahun lalu. Dia mendapatkan garis merah di seluruhnya tubuhnya dan suhu tubuhnya meninggi.

    37 ribu orang meninggal karena sepsis

    Sepsis sendiri terjadi akibat adanya infeksi di dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh menjadi menyerang dirinya sendiri dan membuat jaringan serta organ yg sehat menjadi mati.

    Setiap tahun ada sekitar 123 ribu perkara sepsis di Inggris.

    Menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris, sekitar 37 ribu orang meninggal setiap tahun sebagai akibat dari keadaan tersebut.

    Gejala-gejala keadaan tersebut meliputi perasaan lesu, memiliki suhu tinggi, dan pernapasan cepat. Gejala tersebut juga disertai pusing, diare, kulit memerah atau pucat.

    Saya tak tahu apa itu sepsis dan aku tak tahu tentang gejala yg harus diwaspadai. Perlu ada lebih banyak kesadaran. Saya pikir orang-orang utama tahu bahwa itu mampu menargetkan siapa pun pada usia berapa pun,” kata Hanoman.

    Reporter:Giovani Dio Prasasti

    Sumber: Liputan6.com [ita]

    Sumber: http://www.merdeka.com
    BanyumasRaya.com

    Komentar Pembaca