Kak Seto: Terlibat Dalam Bom Surabaya, Anak-anak Itu Korban

oleh -141 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Sejumlah anak di bawah umur ikut terlibat dalam peledakan bom di Surabaya. Namun psikolog anak Seto Mulyadi atau yg akrab disapa Kak Seto meminta kepada masyarakat juga pihak kepolisian tak menyebut anak-anak yg terlibat dalam masalah bom Surabaya sebagai teroris.

BERITA TERKAIT
  • Polisi musnahkan bom punya pelaku teror Surabaya dan Sidoarjo
  • 2 jam sekali Kemkominfo lakukan ‘patroli’ konten radikal
  • Buntut bom Surabaya, Yogya dan Sleman jadi prioritas patroli TNI-Polri

“Anak-anak bukan teroris, anak-anak (adalah) korban, bukan pelaku,” tegas Kak Seto ketika ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (15/5/2018).

Anak-anak yg terlibat dalam perkara bom Surabaya tersebut, kata Kak Seto, yaitu korban dari bujuk rayu atau intimidasi dari orang yg lebih tua dari mereka. “Belum tentu (anak-anak) rela melakukan itu.”

Menurut pria yg juga Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) ini, anak-anak yaitu sosok yg sangat gampang diberi sugesti. Bila orang-orang di sekitarnya memberikan sugesti baik, anak mulai milik kemuliaan atau kebijaksanaan. Di sisi lain, bila anak diberikan sugesti negatif, dia mampu melakukan kejahatan.

Lindungi anak

Kepolosan anak-anak mampu saja kembali disalahgunakan sebagai korban buat melakukan tindakan kejahatan terorisme. Hal ini perlu diwasapadai seperti disampaikan Kak Seto.

“Anak-anak dianggap dapat masuk dengan gampang ke gawang lawan. Jadi, orang-orang atau petugas tak curiga karena anak-anak itu kan polos atau bersih,” katanya.

Itu sebabnya, utama untuk sekolah atau pun tetangga bagi bersama-sama melindungi anak dari upaya sebagai korban buat melakukan tindak kejahatan terorisme.

Tetangga harus bertindak bila melihat gelagat orangtua yg mengajak anak buat melakukan tindakan kejahatan. “Orangtua ini kalau dibiarkan (melibatkan anak dalam melakukan tindak kejahatan), warga juga perlu peduli. Kalau telah tak mampu melakukan apa-apa langsung laporkan (ke pihak berwajib) bahwa ada orangtua yg seperti ini mohon langsung bertindak,” sarannya.

Sumber: Liputan6.com [ita]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca