Inovasi Bedah Semakin Maju

oleh -45 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Sayatan besar kadang kali dibutuhkan buat melakukan hampir segala pembedahan. Akan tetapi, dalam tahun-tahun belakangan ini, munculnya teknik invasi minimal memungkinkan dokter bedah memperbaiki hasil pembedahan dengan menghindari sayatan panjang.

Perbaikan dalam bedah invasi minimal memungkinkan pasien mengalami masa pemulihan yg lebih singkat dan lebih sedikit rasa tak nyaman, serta menggantikan kebutuhan mulai operasi terbuka di banyak skenario klinis.

Tentu saja dengan semua keuntungan yg didapatkan dari tindakan bedah invasi minimal membutuhkan teknologi pemindaian internal organ pasien yg lebih presisi sehingga operasi bisa dilaksanakan dengan presisi.

Untuk itu EPED Inc., pengembang teknologi bedah invasi minimal yang berasal Taiwan mengembangkan Retina Stereotactic Surgery Navigation System atau Retina dengan teknologi paling aktual yg bisa menjadi alat bantu buat dokter bedah.

Retina bekerja bagi mengindikasi bedah saraf otak, bedah kranial (tempurung kepala), bedah atau operasi plastik, otolaringologi, kosmetik medis, dan segala macam pembedahan invasif minimal yg dipastikan menolong ahli bedah.

Bantuan yg dimaksud adalah kemampuan Retina bagi menavigasi perangkat atau alat bedah selama operasi lesi dengan memberikan gambar medis yg disinkronkan, seperti data CT, MRI, endoskopi, dll sehingga dokter mendapatkan citra yg lebih nyata dari internal organ pasien, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Selasa, (22/10/2019).

Melalui sistem yg dikembangkan EPED Inc., Retina terbukti bisa mengurangi risiko operasi dan mempercepat masa pemulihan pasien melaui asistensi operasi yg menjadi lebih aman dan lebih tepat sasaran.

Tahun 2019 adalah masa yg luar biasa buat Retina. EPED Inc., karena berkesempatan memperkenalkan sistem Retina ke tujuh negara berbeda dalam waktu kurang dari sesuatu tahun, salah satunnya merupakan di Indonesia dalam kegiatan Hospital Expo 2019 pada 23 26 Oktober 2019 yg digelar di Exhibition Hall B, Jakarta Convention Center .

Kegiatan Hospital Expo 2019 dikerjakan dalam rangka mendorong produsen Taiwan bagi meningkatkan kemampuan serta tidak mengurangi nilai dan inovasi dalam produk mereka yg didukung Kementerian Urusan Ekonomi/Ministry of Economic Affairs (MOEA) melalui proyek skala nasional yg disebut Proyek Pengembangan Citra Industri Taiwan/The Taiwan Industry Image Enhancement Project (IEP project). (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca