Ini Keluhan Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis

oleh -70 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Kebanyakan pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) tiba telah dengan keluhan, seperti sesak napas, mudah kehabisan napas ketika naik-turun tangga, dan telah dengan kecacatan. .

Menurut Prof. Faisal Yunus, Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, jarang sekali mereka tiba dengan gejala awal. Karena mereka tak menyadari gejala awal penyakit itu.

“Selain itu, banyak juga yg beranggapan bahwa olahraga rutin atau kunjungan ke wilayah dengan udara bersih dapat mencegah penyakit paru. Padahal ini tak benar,” ujar Prof. Faisal Yunus seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Sabtu, (24/11/2018).

Zat yg telah terlanjur bertumpuk di paru karena asap rokok dan polusi udara, tak mulai hilang, Mereka yg telah ada gejala dan makin parah harus berobat ke dokter.

Meskipun PPOK yaitu penyakit kronik yg tak bisa disembuhkan, bukan berarti ini adalah penyakit yg melemahkan.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pasien mulai tetap dapat hidup dengan baik meskipun mengidap PPOK asalkan patuh pada perawatan dan pengobatannya, sehingga mengurangi pemburukan penyakit.

Prof. Faisal Yunus juga menekankan masyarakat bagi menjauhi rokok, karena rokok yaitu penyebab penting dari PPOK.

“Bila susah berhenti merokok, silahkan tiba ke dokter paru bagi dipantau dan diberi obat yg benar, setelah itu harus rajin kontrol secara rutin. Begitu pula seandainya Anda bekerja di daerah rawan polusi, misalnya pabrik,” tambahnya.

Kemudian, terus gunakan masker, walau hal ini juga tak terlalu melindungi. Sebisa mungkin dan tidak jarang kontrol berobat.

“Ingat, tak ada vitamin atau suplemen apa pun yg bisa mencegah PPOK,” ujarnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca