Ini Gejala Ketika Saraf Tepi Mulai Rusak

oleh -88 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Ada dua gejala yg muncul saat saraf tepi akan rusak. Apa saja gejalanya?

Saraf tepi adalah penghubung organ tubuh dengan saraf pusat merupakan otak dan sumsum tulang belakang dengan semua organ tubuh (organ dalam, mata, pendengaran, penghidu, kelenjar keringat, kulit dan otot – otot), karena itu sangat utama bagi dijaga agar tetap berfungsi maksimal dan terhindar dari neuropati atau kerusakan saraf tepi.

Ketika saraf tepi mengalami kerusakan maka mulai muncul gejala-gejala seperti kesemutan, kebas, kram, dan kelemahan otot yg disebut dengan neuropati.

Sejumlah penelitian mengonfirmasi tingginya penggunaan gawai di kalangan millenial dalam jangka waktu lama dalam kehidupan sehari-hari.

“Berdasarkan survei APJII 2017, 50 persen pengguna aktif internet memakai smartphone. Di kalangan millenial berusia 20 35 tahun yg 94,4 persen sudah terkoneksi internet, sebanyak 98,2 persen memakai smartphone rata-rata 7 jam sehari dan bahkan 79 persen segera memeriksa smartphone 1 menit setelah bangun tidur,” kata Fita Maulani, Sekretaris Jenderal Asosiasi Internet of Things Indonesia, Jakarta, Rabu, (27/03/2019).

Perkembangan teknologi artinya banyak kemudahan, namun di ketika yg sama screentime lebih lama dan bisa berisiko terhadap kesehatan.

“Pencegahan neuropati mampu dikerjakan dengan mudah. Pada Studi Klinis 2018 NENOIN (Penelitian Non-intervensi dengan vitamin neurotropik) membuktikan bahwa konsumsi kombinasi Vitamin Neurotropik yg terdiri dari vitamin B1, B6, dan B12 secara rutin dan berkala mampu mengurangi gejala neuropati seperti kebas, kesemutan, rasa terbakar dan rasa sakit secara signifikan hingga 62,9 perseb dalam 3 bulan periode konsumsi. Vitamin neurotropik yg digunakan dalam studi ini adalah Neurobion Forte,” ujar Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K),Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat.

“Total Solution yg kalian komunikasikan dimulai dari edukasi gejala, dampak, dan pencegahan neuropati, rutin konsumsi produk vitamin neurotropik berkualitas yg terbukti klinis dengan varian yg disesuaikan dengan tingkat gejala, periksakan dini di Neuropathy Check Point seandainya merasakan gejala ringan dan langsung konsultasikan seandainya gejala akan mengganggu, dan aktif melakukan senam kesehatan saraf NeuroMove,” ungkap Anie Rachmayani, ConsumerHealth Associate Director of Marketing,PT P&G PHCI Indonesia.

Masyarakat mampu mengonsumsi Neurobion Forte apabila mengalami gejala neuropati ringan sampai berat. Selanjutnya, buat menjaga dan mencegah gejala Neuropati muncul kembali, mampu dilanjutkan dengan Neurobion putih.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca