Ini Cara Eliminasi TBC

oleh -90 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Magelang – Setiap tanggal 24 Maret semua Negara di Dunia memperingati hari Tuberkulosis (TBC) sedunia.

Tahun ini, Duta Besar Amerika Serikat di Jakarta, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Anung Sugihantono, M.Kes, USAID dan KNCV melakukan Peluncuran Hari TBC sedunia bersamaan dengan Peringatan 70 Tahun Kemitraan Indonesia dan Amerika Serikat.

Bertempat di salah sesuatu Mahakarya Kebudayaan Bangsa di Dunia, Candi Borobudur, semua undangan yg hadir diajak bersama melihat “A Story of Hope” yg yaitu salah sesuatu rangkaian perayaan, menunjukkan bentuk kemitraan yg baik antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui project 5 tahun dari USAID bagi Penanggulangan TBC di Indonesia.

Tuberkulosis bukanlah momok yg harus ditakutkan, namun seharusnya diobati dengan cepat dan tepat. TBC adalah penyakit yg bisa disembuhkan.

Alfiyah dan Varel yaitu salah sesuatu contoh masalah penderita TBC yg berhasil sembuh berjuang dari TBC Kebal Obat dan Varel dengan TBC Sensitif Obat.

Menurut dr. Anung Sugihantono, M.Kes, kembali komitmen Pemerintah Indonesia bagi eliminasi TBC pada tahun 2030. Hal tersebut disampaikan pada Pertemuan High Level Leadership Meeting (HLLM) on Ending TB yg diselenggarakan di New Delhi, India, tanggal 13-14 Mei 2018.

Saat itu, Menteri Kesehatan RI mewakili negara-negara anggota WHO dari South East Asia Region (SEARO) pada Pembukaan HLLM oleh Perdana Menteri India, mengatakan bahwa Pemri sudah memutuskan Pencegahan dan Pengendalian TBC sebagai Prioritas Pembangunan Nasional 2015-2019 dengan 12 indikator yg dimonitor segera oleh Presiden.

“Presiden memiliki komitmen politik yg kuat buat eliminasi TBC pada tahun 2030 dan mendorong pendekatan multi-sektor,” kata Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, seperti yg dikutip dari siaran pers, Senin, (11/03/2019).

Hal tersebut yaitu komitmen yg sangat utama dalam mensukseskan target eliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030.

Lebih lanjut dr. Anung menjelaskan bahwa komitmen tersebut sudah diwujudkan dalam aksi nyata berupa penyediaan pendanaan penuh bagi eliminasi TBC.

“Kemudian, jaminan kesehatan nasional bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada pasien TBC, pelaksanaan pendekatan keluarga dan masyarakat, pembentukan strategi kemitraan masyarakat dan swasta di daerah, serta pencarian aktif pasien TBC, dan pengembangan inovasi penelitian dan pengembangan kebijakan TBC,” ujar Anung.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca