Gejala Kanker Otak Sulit Dikenali

oleh -92 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Aktor sekaligus penyanyi Agung Hercules meninggal dunia karena menderita penyakit kanker Otak.

Kabar duka tersebut membuat geger jagat dunia hiburan dan sosial media baik Twitter maupun Instagram.

Agung Hercules meninggal dunia di RS Dharmais, Jakarta, pada Kamis, (01/08/2019) sore. Agung menjadi salah sesuatu penyintas penyakit kanker otak.

Belajar dari hal tersebut, ternyata gejala kanker otak kadang kali sulit dikenali. Lantas apa saja gejalanya?

“Kadang dapat menyerupai gejala maag, flu, sakit kepala, mual dan muntah, ungkap Dr. dr. Made Agus M. Inggas, Sp.BS, Jakarta, dari keterangan yg dihimpun , Jakarta, Kamis, (01/08/2019).

Sakit kepalanya pun tak khas, dan sangat bervariasi. Ada yg seperti migrain, ada yg seperti vertigo, ada pula yg cuma muncul di pagi hari.

“Yang pasti, perlu waspada bila sakit kepala selalu menerus, sulit disembuhkan, dan makin progresif. Misalnyasekarang sakit kepala, dahulu minum obat. Besoknya sakit lagi, dan obat seperti kemarin tak mempan lagi; itu berarti progresif. Tandanya ada satu di otak,” lanjutnya.

Selain gejala umum yg tak khas, ada pula gejala lain, sesuai dengan lokasi kankernya. Bila kanker tumbuh di pusat bicara maka gejalanya mungkin kesulitan atau tak dapat bicara.

“Bila yg terjangkit adalah bagian asosiasi, maka penderita tetap mampu bicara, tetapi mungkin tak nyambung.Gangguan fungsi seperti contoh di atas muncul bila kanker tumbuh di bagian otak besar,” ungkapnya.

Bila kanker ada di otak kecil, biasanya gejala berupa vertigo. Sedangkan bila tumor ada di batang otak, umumnya ada penurunan kesadaran.

“Batang otak cuma seukuran ibujari orang dewasa. Bila ada kanker di sana, segera muncul gangguan, ujar Dr. dr. Made.

Ia menyarankan agar melakukan pemeriksaan MRI, bersamaan dengan medical check up rutin, sehingga kanker otak dapat dideteksi secara dini, dan langsung dikerjakan pengobatan. Dengan demikian, angka keberhasilan pengobatan mulai lebih tinggi.

Bila ditemukan ada massa di otak melalui pemeriksaan MRI, sebesar atau sekecil apapun ukurannya, harus diambil. Ini buat mengevaluasi apakah tumor tersebut jinak, ataukah ganas (kanker), dan apa jenisnya. Selain itu juga buat mengurangi ukuran tumor atau kanker hingga sekecil mungkin.

Pengambilan tumor dapat dengan operasi terbuka (kraniotomi), atau biopsi; tergantung tampilan klinis dan letak tumor.
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.