Dongeng Jadi Alat Terapi Kecanduan Gawai

oleh -72 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Mendongeng ternyata mampu menjadi terapi pulihkan trauma dan sembuhkan kecanduan gadget atau gawai.

Mendongeng itu seru dan menyenangkan. Selain itu mendongeng sebagai terapi anak kecanduan gawai, trauma healing pasca bencana, trauma kekerasan, trauma pasca perceraian.

Contohnya orang terkena musibah banjir besar atau gempa tiba-tiba, menghancurkan perkampungan dan menyebabkan warga buat tinggal di pengungsian. Kemudian menyebabkan anak-anak bahkan orang dewasa mengalami trauma. Misalnya mereka menjadi panik, cemas, takut berlebihan ketika melihat langit akan mendung dan rintik hujan ataupun anak yg kecanduan gawai tiba-tiba tak mampu login di media sosial teriak-teriak histeris.

Itulah sebabnya mendongeng adalah terapi mampu menghibur, merasa lebih tenang dan senang, sehingga kepanikan dan kecemasannya hilang.

“Di rumah Amalia kegiatan mendongeng dibuat program khusus dengan jadwal yg rutin. Hal tersebut agar manfaatnya bisa lebih cepat dan lebih besar dirasakan oleh anak,” kata Muhammad Agus Syafii, pemilik Rumah Amalia, Jakarta, Selasa, (26/11/2019).

Masih menurutnya, terapi dalam proses trauma healing setiap anak berbeda-beda. Lama waktunya tergantung dari kondisi.

“Ada yg mampu cepat mengatasi trauma, ada juga butuh waktu. Trauma healing dengan dongeng sesuai dengan keadaan anak,” tambahnya.

Ketika menjadikan dongeng sebagai terapi, kami harus memperhatikan keadaan anak-anak. Jika mereka telah kelihatan lebih tenang dan kepercayaan dan nyaman pendongeng terapis dengan anak anak juga telah terjalin.

“Kita dapat juga akan memberikan dongeng misalnya dengan tema Singkirkan Hp mu, bermain yuk. Sehingga anak-anak dapat meninggalkan gawai dan memilih bermain lari-larian, petak umpet, kena-kenaan, patung Pancoran, tepuk nyamuk,” paparnya.

Hal ini juga diharapkan mampu mempengaruhi pola pikir dan mengubah cara pandang mereka. diharapkan anak yg mengalami trauma maupun anak yg kecanduan HP mampu menjadi pulih kembali, hidup lebih nyaman, lebih bahagia, lebih indah dan menemukan jati dirinya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca