DBD Menyerang Tak Hanya Di Musim Hujan

oleh -75 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Keberadaan masalah Demam Berdarah Dengue (DBD) identik dengan musim hujan karena pada ketika musim tersebut menimbulkan banyak genangan air.

Namun perlu diwaspadai bahwa DBD juga bisa menyerang di musim kemarau. Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek mengingatkan kepada masyarakat bagi mewaspadai DBD tak cuma di musim hujan, tetapi juga musim kemarau terutama di tempat-tempat genangan air atau barang bekas.

“DBD pun rentan menyerang manusia di musim kemarau kalau ada tempat genangan air seperti di barang bekas di gudang rumah atau bak mandi yg jarang dikuras,” kata Menkes Nila di Jakarta, baru – baru ini.

Berdasarkan data Kejadian Luar Biasa (KLB) dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kemenkes, pada 2018 sudah ada 584 perkara DBD berdasarkan laporan dari 6 provinsi dan 8 kabupaten/kota.

Pada Novmber 2018 Kemenkes sudah mengirimkan surat edaran kewaspadaan peningkatan masalah DBD kepada para gubernur.

Kemekes juga melakukan tindakan pencegahan dengan Pemberantas Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M+, yakni menutup segala tampungan air atau sumber air, menguras bak mandi, mendaur ulang barang bekas, menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yg sulit dibersihkan, memakai obat nyamuk atau anti nyamuk, memakai kelambu ketika tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yg dapat menjadi tempat istirahat nyamuk.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menyampaikan fasilitas layanan kesehatan diimbau tetap waspada seandainya ada demam bagi langsung memikirkan kemungkinan demam dengue dan memperhatikan pola penambahan kasus.

“Bila ada perkara DBD maka langsung lakukan penyelidikan epidemi dan penanggulangan fokus seperti foging dan pemberian larvasida,” katanya.

Selain itu, tambah dr. Nadia, ada tim gerak cepat yg terintegrasi antara pusat dan daerah termasuk imbauan ke sekolah bagi mengaktifkan PSN.

Untuk mengendalikan kejadian DBD, Kemenkes selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terutama dalam pemantauan dan penggiatan surveilans DBD.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca