Dampak Psikologis Anak Ketika Orangtua Berpisah

oleh -34 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Mungkin tak ada orang sesuatu pun yg mengingikam perpisahan saat telah membangun rumah tangga. Namun, tak dapat dipungkiri setiap orang memiliki perjalanan hidup yg tak terus mulus.

Ada pasangan yg langgeng dan sukses mempertahankan hubungan pernikahannya. Kemudian, tak sedikit pula yg menetapkan buat berpisah dengan pasangannya karena berbagai persoalan ketidakcocokkan.

Tentunya hal tersebut sangat berdampak untuk psikologis anak. Ketika menikah dan memiliki anak, ini adalah salah sesuatu hal utama yg patut diperhatikan dampaknya dari perpisahan sebuah hubungan.

Karena pada dasarnya, anak sangat membutuhkan sosok orangtua merupakan Ibu dan Bapak. Jika pasangan suami istri atau Ibu dan Bapak menetapkan bagi berpisah, lantas apa dampak psikologis buat buah hatinya?

Seto Mulyadi selaku Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), yg juga pemerhati anak mengungkap salah sesuatu dampak psikologis dari anak yg orangtuanya mengalami perceraian adalah dia mampu benci orangtua.

“Anak juga mampu menjadi benci terhadap perkawinan. Ada anak yg aku temui, dia bilang pokoknya seumur hidup tak mulai menikah,” kata Seto ketika ditemui di Jakarta, Rabu, (28/11/2018).

Untuk mengatasi hal itu, para orangtua harus mampu tetap rukun meskipun keadaanya harus berpisah. Tentunya, tambah Seto, hal ini agar kebersamaan antara orangtua dan anak tetap terjaga.

Kemudian, seandainya salah sesuatu orangtua telah menemukan pengganti pasangannya, pastikan pasangan baru tersebut mampu dekat dengan anak terlebih dahulu.

Ini adalah karena psikologis anak adalah paling rentan dan membutuhkan peranan para orangtua secara utuh.

“Sehingga seandainya ada pasangan yg lagi, harus benar – benar akrab dengan anak – anaknya,” tambahnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca