Cegah Penyakit Paru

oleh -114 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) adalah suatu penyakit yg mampu dicegah.

Penyakit tersebut mampu diobati yg sudah menjadi persoalan penting pada kesehatan masyarakat di dunia maupun di Indonesia. World COPD Day pertama kali diperingati pada tahun 2002, dan rutin diperingati setiap tahun hingga ketika ini.

Pada prinsipnya, peringatan ini bertujuan menolong menginspirasi para penderita PPOK dan orang terdekat yg terlibat dalam perawatannya, buat meningkatkan kualitas hidup penderita PPOK secara menyeluruh, dan meningkatkan kesadaran masyarakat umum terhadap PPOK.

Mengutip dari siaran pers dari PDPI, Jakarta, Kamis, (22/11/2018), Penyakit Paru Obstruktif Kronik yaitu penyakit progresif dan mengancam jiwa yg diperkirakan mempengaruhi lebih dari 251 juta orang di segala dunia.

Sedangkan prevalensi di Indonesia menurut Riskesdas 2013 adalah 3,7 persen atau sekitar 9,2 juta penduduk. Saat ini menjadi penyebab penting keempat kematian di dunia, menyebabkan lebih dari 3 juta kematian setiap tahunnya.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“PPOK diperkirakan mulai menjadi penyebab penting ketiga kematian di dunia pada tahun 2020. Kesadaran dan stigma masyarakat terhadap penyakit ini masih sangat terbatas, begitu terdiagnosis, mereka tak tahu cara mengatasi dan bagaimana
perawatannya lebih lanjut,” ujar DR.dr.Tria Damayanti, Ph.D,Sp.P(K), Jakarta, Kamis, (22/11/2018).

Sungguh satu yg disayangkan, lebih dari beberapa pertiga penderita PPOK tak menyadari bahwa mereka sedang menderita penyakit ini. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap PPOK yaitu persoalan penting dalam menekan penyakit pernapasan ini.

Tahap awal PPOK tidak jarang kali tak dikenali karena banyak penderita menganggap gejala seperti sesak napas, batuk kronis dan adanya dahak sebagai keadaan normal yg terjadi seiring bertambahnya usia atau akibat umum dari merokok.

“Sedangkan, pada tahap akhir dari PPOK, sebagian besar penderita tidak jarang merasa putus asa karena gejala dan penurunan kualitas hidup yg dialaminya,” tambahnya.(tka)

Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca