Cara Tepat Menjaga Kesehatan Akibat Polusi Udara

oleh -75 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta Melindungi diri dari udara yg tak baik adalah hal yg sangat penting.

Belakangan ini udara di dua kota besar di Indonesia sedang tercemar. Dari data Air Quality Index (AQI) dua waktu lalu, Jakarta pernah berada di peringkat 188.

Perlu diketahui, AQI yaitu indeks yg menggambarkan tingkat kualitas udara di suatu daerah. AQI menghitung berdasarkan enam macam polutan utama, yakni PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Rentang nilai dari AQI adalah 0 sampai 500. Makin besar nilainya, maka makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

Tak cuma Jakarta, wilayah Tangerang Selatan, termasuk BSD juga pernah berada di angka 178 US AQI alias tak sehat.

Rumbai, Pekanbaru di angka 177. Palembang di angka 165, tak sehat. Sementara buat kota besar yang lain seperti Surabaya dan Bandung, masing-masing berada di angka 123 dan 130 US AQI atau tak sehat bagi kelompok sensitif.

Kondisi ini memaksa masyarakat harus menjaga kesehatannya, terutama dari ancaman ISPA. Menurut dr Elvin Erick Gultom, praktisi kesehatan yg juga berpengalaman menangani perkara ISPA pada pekerja pertambangan menjelaskan, ISPA atau Infeksi Saluran Nafas Akut dapat disebabkan oleh paparan asap atau polusi udara.

“Karena udara yg berpolusi cenderung susah disaring, sehingga gampang masuk ke area mulut, tenggorokan serta paru- paru. Saluran nafas mengalami alergi,radang daninfeksi,” paparnya seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Kamis, (15/08/2019).

Elvin menjelaskan, bahaya ISPA mampu menyebabkan kesulitan bernafas secara akut.

“Jika tak ditangani dengan baik mampu berakibat fatal seperti gagal nafas akibat paru-paru yg berhenti berfungsi,peningkatan kadar karbondioksida, bahkan gagal jantung,” tuturnya.

ISPA dapat terkena siapa saja, namun anak-anak dan lansialah yg paling retan, karena daya tahan tubuh mereka yg lemah.

Elvin menyarankan, pemberian antioksidan ke dalam saluran pernafasan mulai menolong bagi memaksimalkan daya tahan tubuh dan melawan radikal bebas terutama pada saluran pernafasan.

“Saat ini ada cara pemberian antioksidan yg efektif dan mampu dikerjakan dengan menghirup gas hidrogen dengan cara inhalasi. Hal ini mulai berpengaruh pada daya tahan tubuh. Gas hidrogen dengan antioksidan tinggi mulai bekerja menolong melawan bakteri dalam saluran pernafasan, dan tentunya diiringi dengan pemberian antibiotik dari dokter,” jelasnya.

Menurut Leonardo Wiesan, Co- Founder LiveWell Global, perusahaan yg mengembangkan produk generator portabel inhalasi gas dan air hidrogen, Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler, yg ditemui dua waktu dahulu di kantornya di kawasan Kemayoran, Jakarta menyampaikan terapi inhalasi hidrogen telah diteliti oleh berbagai jurnal kesehatan mulai kaitannya menolong kesehatan saluran pernafasan.

“Gas hidrogen sebagai antioksidan tinggi sudah teruji dalam jurnal Medical Gas Research tahun 2014, yg menyatakan bahwa metode pemberian molekul hidrogen, baik melalui inhalasi gas hidrogen maupun minum air hidrogen, memiliki potensi sebagai antioksidan yg kuat, anti-inflamasi, dan anti-apoptosis dalam sel, jaringan, dan organ tubuh,” tutunya.

Selain itu, dalam kaitannya dengan ISPA, studi berjudul Hydrogen Protects Lung From Hypoxia/Re-oxygenation Injury by Reducing Hydroxyl Radical Production And Inhibiting Inflammatory Responses pada Jurnal Scientific Reports (2018), menyatakan molekul hidrogen bisa menghambat produksi radikal bebas dan peradangan pada saluran pernapasan paru,” jelas Leo.

Menurut Leo, buat melakukan terapi inhalasi hidrogen, masyarakat Indonesia kini mampu dengan gampang mendapatkannya.

“Kami merancang suatu produk inhalasi gas dan juga air hidrogen portabel. Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler yaitu produk air hidrogen portabel pertama di Indonesia, yg memberikan manfaat inhalasi gas hidrogen. Melihat fenomena keadaan udara yg buruk ketika ini, kalian berharap masyarakat merasakan segera manfaaatnya, terutama menolong persoalan ISPA,” ujar Leonardo Wiesan.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

Cara Tepat Menjaga Kesehatan Akibat Polusi Udara

oleh -0 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta Melindungi diri dari udara yg tak baik adalah hal yg sangat penting.

Belakangan ini udara di dua kota besar di Indonesia sedang tercemar. Dari data Air Quality Index (AQI) dua waktu lalu, Jakarta pernah berada di peringkat 188.

Perlu diketahui, AQI yaitu indeks yg menggambarkan tingkat kualitas udara di suatu daerah. AQI menghitung berdasarkan enam macam polutan utama, yakni PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Rentang nilai dari AQI adalah 0 sampai 500. Makin besar nilainya, maka makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

Tak cuma Jakarta, wilayah Tangerang Selatan, termasuk BSD juga pernah berada di angka 178 US AQI alias tak sehat.

Rumbai, Pekanbaru di angka 177. Palembang di angka 165, tak sehat. Sementara bagi kota besar yang lain seperti Surabaya dan Bandung, masing-masing berada di angka 123 dan 130 US AQI atau tak sehat bagi kelompok sensitif.

Kondisi ini memaksa masyarakat harus menjaga kesehatannya, terutama dari ancaman ISPA. Menurut dr Elvin Erick Gultom, praktisi kesehatan yg juga berpengalaman menangani perkara ISPA pada pekerja pertambangan menjelaskan, ISPA atau Infeksi Saluran Nafas Akut mampu disebabkan oleh paparan asap atau polusi udara.

“Karena udara yg berpolusi cenderung susah disaring, sehingga gampang masuk ke area mulut, tenggorokan serta paru- paru. Saluran nafas mengalami alergi,radang daninfeksi,” paparnya seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Kamis, (15/08/2019).

Elvin menjelaskan, bahaya ISPA mampu menyebabkan kesulitan bernafas secara akut.

“Jika tak ditangani dengan baik bisa berakibat fatal seperti gagal nafas akibat paru-paru yg berhenti berfungsi,peningkatan kadar karbondioksida, bahkan gagal jantung,” tuturnya.

ISPA mampu terkena siapa saja, namun anak-anak dan lansialah yg paling retan, karena daya tahan tubuh mereka yg lemah.

Elvin menyarankan, pemberian antioksidan ke dalam saluran pernafasan mulai menolong buat memaksimalkan daya tahan tubuh dan melawan radikal bebas terutama pada saluran pernafasan.

“Saat ini ada cara pemberian antioksidan yg efektif dan mampu dikerjakan dengan menghirup gas hidrogen dengan cara inhalasi. Hal ini mulai berpengaruh pada daya tahan tubuh. Gas hidrogen dengan antioksidan tinggi mulai bekerja menolong melawan bakteri dalam saluran pernafasan, dan tentunya diiringi dengan pemberian antibiotik dari dokter,” jelasnya.

Menurut Leonardo Wiesan, Co- Founder LiveWell Global, perusahaan yg mengembangkan produk generator portabel inhalasi gas dan air hidrogen, Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler, yg ditemui dua waktu dulu di kantornya di kawasan Kemayoran, Jakarta menyampaikan terapi inhalasi hidrogen telah diteliti oleh berbagai jurnal kesehatan mulai kaitannya menolong kesehatan saluran pernafasan.

“Gas hidrogen sebagai antioksidan tinggi sudah teruji dalam jurnal Medical Gas Research tahun 2014, yg menyatakan bahwa metode pemberian molekul hidrogen, baik melalui inhalasi gas hidrogen maupun minum air hidrogen, memiliki potensi sebagai antioksidan yg kuat, anti-inflamasi, dan anti-apoptosis dalam sel, jaringan, dan organ tubuh,” tutunya.

Selain itu, dalam kaitannya dengan ISPA, studi berjudul Hydrogen Protects Lung From Hypoxia/Re-oxygenation Injury by Reducing Hydroxyl Radical Production And Inhibiting Inflammatory Responses pada Jurnal Scientific Reports (2018), menyatakan molekul hidrogen bisa menghambat produksi radikal bebas dan peradangan pada saluran pernapasan paru,” jelas Leo.

Menurut Leo, buat melakukan terapi inhalasi hidrogen, masyarakat Indonesia kini dapat dengan gampang mendapatkannya.

“Kami merancang suatu produk inhalasi gas dan juga air hidrogen portabel. Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler yaitu produk air hidrogen portabel pertama di Indonesia, yg memberikan manfaat inhalasi gas hidrogen. Melihat fenomena keadaan udara yg buruk ketika ini, kalian berharap masyarakat merasakan segera manfaaatnya, terutama menolong persoalan ISPA,” ujar Leonardo Wiesan.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.