Berikan ASI Untuk Tumbuh Kembang Optimal

oleh -93 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Air Susu Ibu (ASI) yaitu makanan terbaik buat bayi, khususnya bayi berusia 0-6 bulan, yg fungsinya tak bisa tergantikan oleh makanan dan minuman apapun.

Pemberian ASI yaitu pemenuhan hak buat setiap Ibu dan anak. Anak yg mendapatkan ASI Eksklusif dan pola asuh yg tepat mulai tumbuh dan berkembang secara optimal dan tak gampang sakit.

Selain itu, pemberian ASI bisa mempererat ikatan emosional antara ibu dan anak sehingga diharapkan mulai menjadi anak dengan ketahanan pribadi yg bisa mandiri.

Setiap pekan pertama bulan Agustus selalui diperingati Pekan ASI Sedunia. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan ASI lanjutan secara optimal hingga 2 tahun atau lebih yaitu hal mutlak bagi meningkatan kesehatan bayi.

Menyusui yaitu salah sesuatu investasi terbaik buat kelangsungan hidup dan meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial, serta ekonomi individu.

Angka kematian bayi menjadi salah sesuatu indikator utama bagi mengetahui derajat kesehatan di suatu negara, dan bahkan buat mengukur tingkat kemajuan suatu bangsa. Salah sesuatu cara buat menekan angka kematian bayi adalah dengan memberikan makanan terbaik, merupakan air susu ibu (ASI). Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan bisa mengurangi hingga 13 persen angka kematian balita.

Studi dari The Global Breastfeeding Collective, pada 2017 memamerkan bahwa sesuatu negara mulai mengalami kerugian ekonomi sekitar $300 milyar pertahun akibat rendahnya cakupan ASI Eksklusif yg berdampak pada meningkatnya risiko kematian ibu dan balita serta pembiayaan kesehatan akibat tingginya kejadian diare dan infeksi lainnya.

Pemerintah selalu berkomitmen memberikan pembinaan dan dorongan kepada para ibu agar berhasil dalam inisiasi menyusu dini (IMD), memberikan ASI eksklusif (hanya ASI saja sampai usia 6 bulan), dan meneruskan pemberian ASI sampai berumur 2 tahun atau lebih didampingi makanan pendamping yg tepat.

Selain itu, Kemenkes juga menyuarakan agar anak senantiasa mendapat pola pengasuhan yg tepat bagi tumbuh kembang yg optimal.

Aksi bersama diperlukan buat mencapai sasaran World Health Assembly (WHA), merupakan minimal 50 persen pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pada tahun 2025.

Berbagai hambatan yg dihadapi buat bisa menyusui secara optimal, salah sesuatu yg terbesar adalah kurangnya dukungan buat orang tua di tempat kerja.

Keberhasilan menyusui yaitu upaya bersama, membutuhkan keterangan yg benar, dan dukungan kuat bagi menciptakan lingkungan yg memungkinkan ibu mampu menyusui secara optimal. Meskipun menyusui adalah keputusan Ibu, namun mulai lebih baik adanya dukungan kuat dari para ayah, keluarga, teman, tempat kerja dan masyarakat.

Karena menyusui melibatkan ibu dan pendukung terdekatnya atau ayah, sehingga dibutuhkan perlindungan sosial orangtua yg adil gender terkait dengan menyusui menjadi sangat penting.

Perlindungan sosial orangtua yg adil gender mencakup dua hal, seperti cuti hamil atau melahirkan untuk Ibu, bahkan cuti berbayar, serta dukungan tempat kerja bisa menolong menciptakan lingkungan yg memungkinkan buat mampu menyusui, baik pada sektor kerja formal maupun informal.

Pekan ASI Sedunia 2019 difokuskan pada kebijakan dan peraturan tentang perlindungan sosial orangtua, tempat kerja ramah orangtua dalam sektor formal dan informal, dan nilai-nilai ramah orangtua dan norma sosial kesetaraan gender.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr. Kirana Pritasari, MQIH menyampaikan Pekan ASI Sedunia tahun ini diharapkan segala pihak turut berperan serta dalam upaya pemberdayaan keluarga, terutama ayah dan ibu agar ibu mampu menyusui sesuai rekomendasi Pemberian Makanan Bayi dan Anak.

“Dengan mendukung setiap ibu agar berhasil menyusui mulai berkontribusi pada pencegahan stunting, sehingga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang,” kata Dirjen Kirana, Jakarta, Rabu, (07/08/2019).

Rangkaian kegiatan Pekan ASI Sedunia 2019 mulai diselenggarakan baik di tingkat pusat maupun daerah. Kegiatan itu berupa kampanye tentang ASI, workshop, seminar, talkshow, dan lomba terkait ASI.

“Sehubungan dengan hal tersebut, aku mengajak semua elemen masyarakat buat mendukung dan berperan aktif dalam berbagai kegiatan Pekan ASI Sedunia tahun 2019, yg pada akhirnya mampu menciptakan lingkungan yg kondusif untuk ibu bagi mampu melaksanakan praktik menyusui di rumah, tempat kerja, maupun di lingkungan sekitar ibu,” ucap Dirjen Kirana.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.