Banyak Manfaat Dari Asam Lemak Esensial

oleh -62 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakata – Manfaat asam lemak esensial sangat banyak buat anak.

Spesialis anak dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K) menjelaskan lebih detil. Antara yang lain bagi perkembangan sel, perkembangan fungsi otak dan saraf, buat produksi hormone-like substances, respon imun, dan reaksi radang.

“Tanda-tanda desisiensi asam lemak esensial antara yang lain kulit dan rambut kering, kulit kasar hingga berketombe karena kulit begitu kering, mata kering,” terang dr. Bernie.

Kekurangan asam lemak esensial juga berpengaruh terhadap atensi dan perilaku.

“Misalnya gangguan perhatian, gangguan konsentrasi, gangguan kognitif, rewel, moody, dan gampang emosi,” imbuhnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, buat sinaps-sinaps otak mampu saling tersambung dibuuthkan asam lemak esensial. Makin banyak sambungan sinaps, makin tinggi tingkat intelejensia anak. Dan ini terbentuk secara optimal dalam 1000 HPK.

“Ini adalah critical periode; itu bekal bagi masa depannya. Efek kekurangan asam lemak itu jangka pendek dan jangka panjang,” tutur dr. Bernie.

Berdasarkan tumpeng pedoman gizi seimbang, gula, garam, dan lemak cukup sedikit saja. Lemak yg dimaksud di sini adalah lemak yg kelihatan, misalnya minyak bagi menggoreng.

Ada pula yg disebut dengan lemak yg tak tertlihat, yakni yg terkandung dalam sumber pangan, baik hewani maupun nabati. Untuk lemak yg seperti ini, disarankan mencakup 30 persen dari total kebutuhan kalori dalam sehari. Dari 30 persen tersebut, kandungan PUFA disarankan sekitar 10 persen.

Rasio antara omega-3 dan omega-6 sebaiknya tak terlalu jauh. Secara umum, omega-3 bersifat antiinflamasi, sedangkan iemga-6 proinflamasi. Bila asupan omega-6 terlalu tinggi sedangkan omega-3 rendah, keseimbangan antara proinflamasi dan aintiinflamasi mampu terganggu.

Prof. Ahmad maupun dr. Bernie menegaskan, asam lemak esensial terkandung dalam ASI. Selepas masa ASI eksklusif, masukkan makanan sumber asam lemak esensial pada MPASI (makanan pendamping ASI), khususnya omega-3.

Yang juga perlu diperhatikan, asupan makanan ibu selama menyusui juga harus bagus, agar kandungan AHA dan DHA dalam ASI optimal. Asupan omega-3 dari ASI mendekati kebutuhan anak.

“Memang masa kritisnya ketika penyapihan, saat anak akan MPASI,” ucap Prof. Ahmad.

Meneruskan ASI setelah 6 bulan hingga usia 24 bulan meningkatkan asupan omega-3 dan omega-6 secara signifikan. Ia melanjutkan, asupan omega-3 juga mampu didapat dari fortifikasi atau suplementasi. Misalnya dengan susu pertumbuhan yg difortifikasi, atau minyak ikan.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca