Atasi Penyakit Paru Dengan Pengobatan Yang Cermat

oleh -85 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Tanpa pengobatan, Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yaitu penyakit progresif yg semakin memburuk seiring berjalannya waktu.

Sesungguhnya, pengobatan PPOK paling efektif saat dimulai pada awal perjalanan penyakit. Namun, pada seluruh tahap penyakit, sudah tersedia
pengobatan buat mencegah perburukan, mengurangi gejala terutama sesak napas dan memungkinkan penderita bagi berpartisipasi lebih banyak dalam kehidupan sehari-hari.

“Sehingga menjadi utama buat diketahui oleh siapapun bahwa tak ada kata terlambat bagi mengobati PPOK,” kata DR.dr.Tria Damayanti, Ph.D,Sp.P(K) dari PDPI, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Kamis, (22/11/2018).

Kesadaran masyarakat yg baik terhadap PPOK mulai menjadi pintu masuk buat penurunan beban kesehatan akibat penyakit ini.

Masyarakat harus mengenal dan memahami PPOK dan penyakit jalan napas lainnya yg mampu berkembang menjadi PPOK, akan dari faktor risiko, deteksi dini hingga pengobatan pada berbagai tahapan penyakit.

“Berbagai komponen masyarakat terutama profesional kesehatan memiliki peran vital buat tujuan mulia ini. Tidak ada batasan tempat maupun waktu, kapanpun yaitu waktu yg tepat buat mengenali penyakit saluran pernapasan,” tambahnya.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mempunyai visi dan misi sebagai organisasi profesi yg mulai selalu memperjuangkan kesehatan masyarakat khususnya kesehatan pernapasan dengan berbagai sosialisasi yg selalu dikerjakan untuk
memperkenalkan PPOK kepada masyarakat.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia mulai terus berperan aktif dalam tindakan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bagi PPOK.

Dalam upaya preventif terhadap penyakit PPOK maka bentuk pencegahan yg bisa dikerjakan adalah berhenti merokok.

Pelayanan multidisiplin akan dari penyuluhan, pemberian farmakoterapi, hingga kolaborasi dengan bagian rehabilitasi medik dan kesehatan jiwa yaitu bentuk keseriusan dalam memberikan pelayanan buat masyarakat yg memerlukan bantuan dalam mewujudkan niatnya buat berhenti merokok.

Metode skrining berupa pemeriksaan spirometri juga dikerjakan agar mampu menjaring pasien PPOK sejak dini.

Bagi pasien yg terdiagnosis PPOK, pelayanan kesehatan secara menyeluruh juga terus
diberikan dalam rangka memperbaiki status kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup
pasien PPOK.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia juga turut mengusulkan dan mendorong ketersediaan obat-obatan PPOK dalam bentuk inhaler yg terjangkau oleh masyarakat luas dalam program BPJS.

Sehingga diharapkan semua upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif buat PPOK mampu terlaksana dan tercapai. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca