Kata Masinton, Penyebutan Nama Puan Dan Pramono Di Sidang E-KTP Tak Harus Ditindaklanjuti KPK

oleh -187 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu menilai, tak seluruh nama yg disebutkan di pengadilan perkara korupsi KTP elektronik ( e-KTP) harus ditandaklanjuti oleh KPK.

Seperti diketahui, terdakwa korupsi e-KTP Setya Novanto menyebut uang proyek KTP elektronik mengalir ke beberapa nama petinggi PDIP merupakan Puan Maharani dan Pramono Anung.

“Jadi begini, kalau itu telah di persidangan, masa setiap nama yg disebut di persidangan ditindaklanjuti,” ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (24/3/2018).

Menurut dia, lebih baik KPK menggali nama-nama yg ada di berita acara pemeriksaan masalah e-KTP yg jumlahnya puluhan orang dari pada menelusuri nama Puan dan Pramono yg disebutkan oleh Novanto.

Hal itu kata Masinton lebih utama agar pengungkapan masalah korupsi e-KTP fokus dan tak melebar kemana-mana.

Baca juga : KPK Akan Cek Bukti Lain bagi Dalami Pengakuan Novanto soal Puan dan Pramono

Apalagi tutur dia, dalam persidangan sebelumnya,  salah sesuatu tersangka dalam kasus korupsi proyek e-KTP, Made Oka Masagung, membantah memberikan uang kepada petinggi partai.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani saat ditemui usai memimpin meeting koordinasi di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (20/3/2018)./ MOH NADLIR Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani saat ditemui usai memimpin meeting koordinasi di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Menurut Masinton, pernyataan itu cukup bagi membantah pernyataan Novanto bahwa Puan dan Pramono menerima uang dalam proyek KTP elektronik.

“Artinya tak perlu terus yg disebut kan nama-nama itu di (tindak lanjut) supaya enggak bias. Nanti ada nama yang lain lagi, makin enggak jelas ini kasus,” kata dia.

Baca juga : Puan Maharani: Saya Kenal Made Oka, Dia Teman Keluarga Bung Karno

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-210346665559669319-411'); });

Sementara itu, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho menilai bahwa fakta persidangan perlu ditindaklanjuti oleh KPK. Sebab di dalan korupsi tak ada istilah partai oposisi di Dewan Perwakilan Rakyat tak terlibat korupsi.

“Ini wajib ditelusuri lagi oleh KPK benarkah nama-nama baru itu selain Puan Maharani dan Pramono Anung, Setya Novanto juga menyebut ada 3 badan anggaran yg menerima, plus duit itu masuk ke rakernas atau rapimnas Partai Golkar,” kata dia.

Sebelumya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengaku kenal dengan pengusaha Made Oka Masagung, salah sesuatu tersangka dalam kasus korupsi proyek e-KTP.

Baca juga : Novanto Sebut Puan dan Pramono, Masinton Anggap Itu Bagian dari Drama

Namun, Pramono membantah terlibat kongkalikong dengan Made Oka demi memuluskan proyek e-KTP.

Sementara itu Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani juga membantah pernyataan Setya Novanto. Ia menuturkan tudingan Novanto sama sekali tak benar.

Meski begitu, Puan mengakui bahwa ia mengenal Made Oka. “Saya kenal dengan Made Oka karena kebetulan beliau itu teman keluarga bung karno,” ujarnya di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Menurut putri Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputeri itu, orang tua Made Oka yaitu teman baik dari Bung Karno. Oleh karena itu, Puan menyampaikan juga mengenal orang tua, kakak dan adiknya Made Oka.

TV Presiden Jokowi menyerahkan pembuktian kesaksian Setya Novanto terkait dugaan Pramono dan Puan ikut terima uang KTP elektronik kepada proses hukum.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca