Kamu Mau Golput? Rugi Keleus…

oleh -71 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

– Tahukah kamu bahwa pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp24,7 triliun dari anggaran Negara buat membiayai pelaksanaan Pemilu tahun ini? Entah baru tahu atau telah tahu, maka sebaiknya jangan tidak memilih atau jadi golput (golongan putih).

Besaran uang yg dialokasikan dari anggaran negara itu digunakan bagi penyelenggaraan dan peningkatan kualitas pertahanan serta pengamanan pada Pilpres dan Pileg yg digelar serentak pada Pemilu tanggal 17 April 2019 mendatang.

Sejatinya, golput bukanlah sebuah pilihan. Golput hadir dari rasa pesimistis dan apatisme sekelompok orang terhadap calon pemimpin dan keadaan lingkungan. Golput, yg bahkan seandainya telah menjadi gerakan, tidaklah membawa perubahan untuk keadaan Indonesia.

Satu suara yg kamu sumbangkan mulai ikut menentukan masa depan bangsa. Makanya, jangan sia-siakan suara yg kamu miliki, baik bagi memilih calon pilihan di pemilihan legislatif maupun eksekutif.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112'); });

Dari sesuatu demi sesuatu suara yg itulah mulai melahirkan kebijakan-kebijakan yg berpengaruh utama untuk masa depan bangsa dan negara. Ya, termasuk di dalamnya soal kesejahteraan dan pemerataan pembangunan dan keadilan sosial.

Pemerintah tidak mulai tinggal diam, tetapi melakukan pencegahan agar jumlah yg memilih bagi golput tak semakin banyak. Imbauan demi imbauan tidak henti-hentinya dikerjakan pemerintah maupun penyelenggara pemilu agar tak golput, apalagi mengajak orang bagi golput.

Soal larangan mengajak golput itu sendiri sebetulnya sudah tertuang dalam undang-undang, yakni UU 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum (Pemilu). Ada dua pasal yg berhubungan dengan partisipasi pemilih. Selain itu, ada sekitar beberapa pasal yg menjelaskan ancaman buat mereka yg mengajak orang golput.

Aturan dimaksud, Pasal 292 UU 8/2012 menyebutkan bahwa setiap orang yg dengan sengaja menyebabkan orang yang lain kehilangan hak pilihnya dipidana dengan pidana penjara paling lama beberapa (2) tahun dan denda paling banyak Rp24 juta.

Sementara itu, Pasal 301 Ayat 3 UU 8/2012 menyatakan bahwa setiap orang yg dengan sengaja pada hari pemungutan suara menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada pemilih bagi tak memakai hak pilihnya atau memilih peserta pemilu tertentu, dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga (3) tahun dan denda paling banyak Rp36 juta.

Jadi, jangan pernah berpikir bagi golput! Upaya pemerataan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi yg berkelanjutan membutuhkan dukungan. Satu suara pun mulai ikut menentukan kemajuan bangsa.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca