Jaksa: Uang Gratifikasi Dalam 400.015 Amplop Dipakai Bowo Sidik Untuk Kampanye

oleh -47 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Bowo Sidik Pangarso didakwa memakai uang gratifikasi dan suap yg diterimanya buat kepentingan kampanye sebagai calon anggota legislatif Dewan Perwakilan Rakyat pada Pemilu 2019.

“Setelah penangkapan terdakwa dan dikerjakan penggeledahan di Kantor PT Inersia Ampak Engineers (PT IAE) yg yaitu perusahaan punya terdakwa, ditemukan uang tunai sebesar Rp 8.000.300.000 yg terdapat di dalam amplop berwarna putih sebanyak 400.015 amplop putih dalam 4.000 box amplop,” kata jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ikhsan Fernandi ketika membaca surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Sebanyak 4.000 kotak amplop itu disimpan dalam 81 kardus dan beberapa wadah plastik oranye.

Baca juga: Pertimbangkan Permohonan Justice Collaborator, KPK Pantau Sidang Bowo Sidik

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112'); });

Menurut jaksa, uang tersebut berasal dari hasil penukaran uang gratifikasi senilai total 700.000 dollar Singapura ke pecahan rupiah.

Rinciannya, sekitar awal tahun 2016, Bowo Sidik menerima uang 250.000 dollar Singapura terkait posisinya selaku anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat RI yg mengusulkan Kabupaten Kepulauan Meranti mendapatkan dana alokasi khusus fisik APBN 2016.

“Pada sekitar tahun 2016, terdakwa menerima uang tunai sejumlah 50.000 dollar Singapura pada ketika terdakwa mengikuti acara Musyawarah Nasional Partai Golkar di Denpasar, Bali bagi pemilihan Ketua Umum Partai Golkar Periode tahun 2016-2019,” ujar jaksa.

Pada tanggal 26 Juli 2017, Bowo menerima uang 200.000 dollar Singapura dalam kedudukannya selaku Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat RI yg membahas Peraturan Menteri Perdagangan tentang Gula Rafinasi.

Pada tanggal 22 Agustus 2017, Bowo menerima uang 200.000 dollar Singapura dalam kedudukannya selaku Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat RI yg bermitra dengan PT PLN.

Uang 700.000 dollar Singapura itu sempat disimpan Bowo dalam lemari pakaian di kamar pribadinya.

Baca juga: Bowo Sidik Didakwa Terima Suap Rp 300 Juta dari Dirut PT AIS

Sekitar awal tahun 2019, Bowo meminta bantuan kenalannya, Ayi Paryana menukarkan uang 693.000 dollar Singapura ke dalam mata uang rupiah.

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.