Ini Konsep Penataan Pedestrian Di Sudirman-MH Thamrin, Bakal Ada Spot Kesenian

oleh -344 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Pemprov DKI Jakarta mempublikasikan konsep penataan trotoar di sepanjang Jl MH Thamrin sampai Sudirman. Adapun area penataan jalan dan trotoar yakni Patung Pemuda Membangun, simpang Susun Semanggi, Patung Selamat Datang (Bundaran HI), Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

BERITA TERKAIT
  • Penataan pedestrian Thamrin-Sudirman pakai dana KLB 3 perusahaan, Rp 18 M
  • Sandiaga tak suka RPTRA dibangun dari CSR berkedok iklan perusahaan
  • Setop pembangunan, Sandiaga persilakan swasta berminat bangun RPTRA

Dalam penataan itu, nantinya kawasan pedestrian MH Thamrin sampai Sudirman mulai dilengkapi fasilitas yg dijamin sangat bermanfaat buat warga. Seperti jalur khusus sepeda dan sepeda motor, tempat penyeberangan pejalan kaki, halte, dan fasilitas khusus untuk penyandang difabel dan para lanjut usia sebagaimana yg dicantumkan dalam Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

“Akan ada pembatas antara jalur bus dan kendaraan roda dua, dengan tiga jalur kendaraan roda 4 dan busway,” paparnya ketika sosialisasi penataan trotoar Sudirman-Thamrin, di Balai Agung, Balai kota Jakarta, Selasa (6/3).

Selain itu, mulai disediakan tempat khusus kesenian dan budaya di sejumlah titik yg sudah ditentukan. Seperti di depan gedung Panin, di bawah jembatan Semanggi, kemudian di depan BNI 46 dan terakhir di depan Gedung Landmark.

Anies berharap, keberadaan spot budaya ini mampu mencerminkan bahwa Jakarta adalah ruang ekspresi, bukan sekadar tempat mencari penghidupan. Anies menilai lokasi Sudirman-Thamrin layak menjadi ruang ekspresi warga Jakarta.

“Dia harus jadi ruang ekspresi budaya baik dari rancangan maupun fasilitasnya. Kita dapat menyaksikan performa budaya, Sudirman-Thamrin tak cuma bunyi klakson, tetapi juga bunyi musik. Budaya bukan sebagai penghidupan, tetapi kehidupan,” jelasnya.

“Fasilitas-fasilitas yg mulai ada di tempat ini, di sudut jalan, mulai menjadi tempat jenis panggung kesenian budaya. Ini menjadi awal di mana kalian menghidupkan kembali,” ujar dia.

Kemudian, lanjut Anies, pada salah sesuatu titik pedestrian mulai dibuat pakai kaca sehingga orang yg berlalu-lalang khusus bagi anak-anak bisa melihat sebenarnya ada apa saja di bawah trotoar.

“Ini adalah lahan edukasi. Jalan-jalan itu di bawahnya banyak sekali saluran pipa pembuangan air, air bersih, kabel-kabel. Ada lubang nanti di mana anak-anak kalian dapat melihat ada apa di bawah trotoar. Tempat edukasi,” jelas. [lia]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca