Hoaks Atau Fakta Sepekan, Mobil Berstiker Politik Di Kebun Raya Hingga Surat Palsu

oleh -91 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

– Kabar bohong, hoaks, dan disinformasi hingga kini masih beredar di dua media sosial, seperti Instagram, Twitter, dan juga melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Beredarnya kabar dan keterangan yg belum jelas kebenarannya ini pun kerap membuat masyarakat resah, karena mampu merugikan dua pihak yg tak menyaring informasi.

Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya lebih jeli dalam menyaring keterangan dan kabar dari media sosial agar tak termakan keterangan palsu.

Dalam sepekan, sudah merangkum adanya sesuatu hoaks dan sesuatu klarifikasi yg muncul pada 11-15 Februari 2019. Berikut rinciannya:

Mobil berstiker capres di Kebun Raya Bogor

Kabar mengenai mobil pengunjung berstiker pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yg tak diperbolehkan masuk oleh petugas Kebun Raya Bogor beredar di media sosial pada Rabu (13/2/2019).

Informasi tersebut juga disertai foto beberapa perempuan tengah berfoto di belakang mobil yg ditempeli stiker Prabowo-Sandi.

Mengetahui hal tersebut, pihak Kebun Raya Bogor memberikan klarifikasi.

Manajer Hubungan Masyarakat Kebun Raya Bogor, Ayi Doni Darusasalam mengungkapkan bahwa Kebun Raya Bogor yaitu satuan kerja di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), sehingga perlu dijaga buat tetap netral dan non politis.

Oleh karena itu, Doni mengaku bahwa mobil yg menjadi polemik tersebut memang sempat tak diperbolehkan masuk oleh salah sesuatu petugas.

Doni menjelaskan, polemik berawal ketika petugas yg berwenang khawatir seandainya Kebun Raya Bogor dianggap tak netral dalam Pilpres 2019.

“Hal tersebut adalah kesalahpahaman. Setelah kalian konfirmasi kepada tim lapangan, yg bersangkutan dipersilakan masuk juga,” ujar Doni ketika dihubungi pada Rabu (13/2/2019).

Baca juga: [KLARIFIKASI] Mobil Berstiker Prabowo-Sandi Tak Boleh Masuk Kebun Raya Bogor

Surat atas Nama Kemenristek Dikti

Kabar mengenai surat palsu yg mengatasnamakan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti) beredar di masyarakat.

Surat palsu ini diterima pihak Ditjen Belmawa Kemenristek Dikti pada Kamis (14/2/2019).

Dalam surat palsu bernomor 27/B2.3/TU/2019, terdapat undangan kepada Direktur Akademi Manajemen Administrasi Yogyakarta bagi tiba dalam acara Bimbingan Teknis Pengembangan Konten Hybrid Learning dengan Skema Transfer Kredit.

Kemudian, disebutkan juga bahwa sesuatu peserta mulai dibiayai dari aspek transportasi dan akomodasi guna menunjang acara ini yg nantinya mulai ditanggung oleh Ditjen Belmawa.

Menanggapi keterangan yg beredar, Kepala Seksi Pengakuan Pembelajaran Lampau Ditjen Belmawa Kemristek Dikti, Alam Nasrah Ikhlas menegaskan bahwa surat tersebut bukan dari pihak Ditjen Belmawa.

“Ada beberapa orang yg nanya ke saya, sesuatu dari sesama kolega di kementerian dan satunya dari kolega aku di kampus. Katanya surat itu masuk ke email kampusnya,” ujar Alam.

Baca juga: [HOAKS] Surat Pengembangan Hybrid atas Nama Kemenristek Dikti

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca