Gelar Doktor Honoris Causa Pertama IPDN Dianugerahkan Kepada Megawati

oleh -214 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JATINANGOR, – Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dianugerahi doktor honoris causa oleh Institut Pemerintahan Dalam Negeri ( IPDN), Kamis (8/3/2018). 

Megawati mendapat gelar doktor honoris causa di bidang politik dan pemerintahan. Prosesi penganugerahan gelar doktor honoris causa berlangsung di Balairung Jenderal Rudini IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Gubernur IPDN Ermaya Suradinata menyatakan, gelar honoris causa ini yaitu yg pertama dianugerahkan sejak lembaga pendidikan itu berdiri sejak 1956.

“Pemberian (gelar doktor honoris causa) bagi pertama kalinya sejak berdiri 1956 dengan nama Akademi Pemerintahan Dalam Negeri yg didirikan Presiden RI pertama Ir Soekarno, tepatnya 17 Maret bulan ini di Malang. Dan hari ini kami menyaksikan penganugerahan pertama,” kata Ermaya dalam sambutannya.

(Baca juga: “Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres”)

Dalam penganugerahan gelar doktor honoris causa oleh IPDN, Megawati membacakan orasi ilmiah berjudul “Pancasila dan UUD 1945, Pancang Politik Pemerintah”.

Ia menyinggung dua hal, seperti masih banyaknya keputusan politik yg menitikberatkan pada teknis administratif. Padahal, menurut Megawati, semestinya keputusan politik diambil berdasarkan pertimbangan segala aspek yg berujung pada kesejahteraan rakyat.

Megawati juga menyinggung pentingnya keberadaan haluan negara dalam proses pembangunan jangka panjang.

“Saya berjuang keras agar Indonesia tetap memiliki blueprint rencana pembangunan. Karena aku meyakini langkah politik konkret bagi menjaga NKRI yg berideologi Pancasila adalah melalui politik pembangunan,” kata Megawati ketika membacakan orasi ilmiahnya.

Sebelumnya, Megawati telah menerima enam gelar doktor honoris causa. Enam gelar itu dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang (2001); Moscow State Institute of International Relation, Rusia (2003); Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korsel (2015); Universitas Padjadjaran (2016); Universitas Negeri Padang (2017); dan Mokpo National University, Mokpo, Korsel (2017).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca