Dirjen Dukcapil Sebut Sudah Merekam E-KTP Ke Semua Penghuni Lapas Dan Rutan

oleh -102 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh, mengungkapkan bahwa telah melakukan perekaman KTP elektronik atau e-KTP di segala lapas dan rutan.

“Kami bersama Dirjen lapas telah melakukan perekaman ke seluruh lapas dan rutan. Sampai sekarang juga masih berlangsung,” ujar Zudan kepada , Jumat (22/2/2019).

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku kesulitan melakukan pendataan pemilih di lapas dan rutan. Sebab, tak seluruh penghuni lapas dan rutan memiliki KTP elektronik atau e-KTP.

Sementara, syarat didata sebagai pemilih, selain minimal berusia 17 tahun atau telah menikah, adalah memiliki e-KTP.

Baca juga: KPU Kesulitan Data Pemilih di Lapas dan Rutan

Zudan menambahkan, proses perekaman e-KTP selalu dikerjakan bersama Dirjen lapas sepanjang ada kebutuhan. Ia juga menegaskan proses perekaman tak mampu selesai dalam sehari karena penghuni lapas dan rutan berganti-ganti.

“Kami dengan Dirjen lapas telah sepakat bagi selalu update dan melakukan perekaman sepanjang ada kebutuhan. Misalnya, di bulan Januari telah direkam di lapas tertentu, Februari ini kalian dapat rekam lagi,” ungkap Zudan.

“Dari Januari dulu kalian bersama Dirjen Lapas telah jemput bola (perekaman e-KTP) ke seluruh lapas dan rutan,” sambungnya.

Baca juga: Petugas Dukcapil Door to door Serahkan E-KTP ke Pemiliknya

Ia menuturkan, seandainya KPU mau mendata pemilih, maka mereka harus tiba ke lapas dan rutan sesuatu per satu.

Sementara KPU menyebutkan bahwa minimnya penghuni lapas dan rutan mulai e-KTP disebabkan karena proses perekaman e-KTP yg tak merata.

Dari 510 lapas dan rutan yg ada, mayoritas perekaman cuma dikerjakan terhadap napi lokal atau napi yg berdomisili di wilayah lapas dan rutan tersebut. Padahal, dalam sebuah lapas ataupun rutan, tak segala napi bertempat tinggal di kawasan setempat.

“Dari 510 lapas dan rutan, yg merekam semua napinya 93 lapas rutan. Maka, dengan data ini, sebagian besar napi yg berada di lapas dan rutan bukan dari daerah setempat belum memiliki dokumen kependudukan sama sekali,” ujar Viryan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca