Desak-desakan Naik KRL, Jokowi Sebut Jumlah Kereta Dan Gerbong Harus Ditambah

oleh -66 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

LAMPUNG SELATAN, – Presiden Joko Widodo merasakan sendiri berdesak-desakan di dalam gerbong KRL Commuter Line. Pengalaman itu didapat Jokowi ketika ia menjajal naik KRL dari stasiun Tanjung Barat menuju stasiun Bogor pada Rabu (6/3/2019) kemarin.

Jokowi mengaku sengaja naik KRL ketika jam pulang kerja sekitar pukul 17.45 WIB.

“Ya tujuannya bagi melihat keadaan yg sebenarnya. Dan kami betul-betul merasakan betul keadaan sebenarnya. Mau bergerak saja tak bisa, terutama yg dari Jakarta ke Depok itu mau bergerak saja tak bisa,” kata Jokowi kepada wartawan di sela-sela kunjungan kerja di Lampung Selatan, Jumat (8/3/2019).

Baca juga: Pulang ke Istana Bogor, Jokowi Naik KRL Commuterline

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

Jokowi mengaku ketika berdesak-desakan di dalam KRL itu, ia mendapat masukan dari penumpang yang lain bagi tidak mengurangi jumlah kereta atau gerbong. Ia mengaku setuju dengan usul itu bagi mengatasi penuhnya kereta ketika jam pergi dan pulang kerja.

“Memang harus tambah gerbong atau tambah kereta,” kata dia.

Baca juga: Cerita Yahdi, Penumpang KRL yg Terkejut Bertemu Jokowi

Kendati demikian, Jokowi menyebut mulai ada persoalan yang lain seandainya jumlah kereta ditambah. Yakni persimpangan yg dilalui oleh KRL mulai semakin kadang tertutup oleh palang sehingga menimbulkan kemacetan.

“Oleh sebab itu pekerjaan besar di Jakarta aku adalah elevated. Rel Kereta yg elevated. Itu saja. memang biaya besar tetapi tak ada jalan yang lain selain itu,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca