Debat Dengan Gus Ipul, Khofifah Soroti Tingginya Angka Kemiskinan Di Jawa Timur

oleh -212 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Calon Kepala Daerah Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyoroti tingginya ketimpangan angka kemiskinan antara desa dan kota di Jawa Timur.

Menurut Khofifah, ketika ini persentase tingkat kemiskinan masyarakat di kota sebesar 7,8 persen. Sementara di wilayah pedesaan, angka kemiskinan mencapai 15,58 persen.

Mantan Menteri Sosial itu menilai tingginya perbedaan tingkat kemiskinan disebabkan karena upaya pembangunan oleh pemerintah daerah yg tak merata.

“Jadi intervensinya yg tak fokus. Jadi semestinya saat melihat kemiskian di kota 7,8 persen dan kemiskinan di desa 15,58 persen menurut aku pembangunan ini tak mampu simetris, harus asimetris,” ujar Khofifah ketika menjadi narasumber dalam acara Rosi dan Kandidat Pemimpin Jawa Timur, di TV, Kamis (15/3/2018).

(Baca juga: Gus Ipul Bantah Anggapan Kurang Blusukan Selama Menjabat Wakil Gubernur)

“Harus ada special treatment terhadap saudara-saudara kalian yg ada di desa dengan saudara-saudara kami yg ada di kota,” tuturnya.

Khofifah mengatakan, buat mengurangi tingginya angka kemiskinan di desa, seharusnya pemerintah daerah dapat membuka sentra-sentra perekonomian padat karya lebih luas, tak cuma terpusat di kota.

Ia pun mencontohkan salah sesuatu perusahaan di Bojonegoro yg membuka pusat produksinya menyebar di 50 desa. Dengan begitu masyarakat desa tak perlu pergi ke kota buat mendapatkan pekerjaan.

“Format-format padat karya seperti inilah yg harus dikuatkan dan diperluas,” kata Khofifah.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-210346665559669319-411'); });

Sementara itu, rivalnya di Pilkada, Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, menuturkan, menurut data Biro Pusat Statistik angka kemiskinan di Jawa Timur sebelum tahun 2009 mencapai 16 persen.

(Baca juga: Dianggap Kurang Merakyat dan Terlalu Obsesif, Ini Kata Khofifah)

Kemudian pada periode 2009 hingga 2014 atau setelah ia menjabat sebagai wakil gubernur, terjadi penurunan persentase kemiskinan yg tajam. Saat ini, kata Gus Ipul, angka kemiskinan di desa berada di angka 11,2 persen.

“Jadi ada penurunan yg cukup tajam. terutama dari tahun 2009 sampai 2014. itu tajam sekali penuruannya,” ucapnya.

Namun ia mengakui penurunan tingkat kemiskinan melambat setelah melewati tahun 2014.  Ia menilai perlu ada kebijakan baru dan anggaran khusus bagi menanganinya.

Menurutnya, pemerintah ketika itu akan menghadapi masalah inti kemiskinan yg berada di Madura dan sebagian besar wilayah pantai selatan Jawa Timur.

“Baru pada 2014 ke atas itu akan ada kelambatan. Sering disampaikan oleh Pak Gubernur ini karena memasuki inti kemiskinan. Maka perlu ada pendekatan baru. Kita harus fokus buat dua kawasan yg menjadi kantong-kantong kemiskinan di pulau Madura, sebagian di tapal kuda dan di wilayah pantai selatan,” kata Gus Ipul. 

TV Penyanyi dangdut yg tengah naik daun dirangkul Gus Ipul buat ikut mengampanyekan dirinya di Pilgub Jatim.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca