Cerita Komisioner KPU Lerai Pendukung Capres Yang Adu Mulut Saat Debat

oleh -65 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, .com – Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Wahyu Setiawan menceritakan insiden keributan antara massa pendukung Jokowi dan Prabowo yg terjadi dalam debat kedua pilpres, Minggu (17/2/2019).

Menurut dia, sejumlah pendukung yg hadir menyaksikan segera jalannya debat sempat terlibat adu mulut ketika commercial break. Momen itu terjadi usai capres nomor urut 01 Joko Widodo menanyakan soal ratusan ribu hektar lahan punya capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Massa pendukung Prabowo menuding, pertanyaan Jokowi yaitu bentuk ‘serangan pribadi’ yg tak seharusnya dimunculkan dalam debat.

KPU dan Bawaslu sampai harus turun tangan buat melerai kedua belah pihak yg terlibat adu mulut.

“Adu mulutnya terkait dengan tafsir dari pihak 02 yg menafsirkan bahwa pernyataan dan pertanyaan capres 01 itu dianggap menyerang secara pribadi,” kata Wahyu di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/2/2019).

Baca juga: Penjelasan Luhut soal Video Ricuh di Debat Kedua Pilpres

“Makanya aku melerai adu mulut kemudian memastikan debat harus dilanjutkan,” sambungnya.

Menurut Wahyu, atas keributan tersebut, KPU merasa keberatan. Sebab, debat yaitu salah sesuatu metode kampanye yg dibuat bagi melayani masyarakat pemilih.

Debat digunakan sebagi referensi buat masyarakat bagi menentukan calon pemimpin pilihan mereka.

Sedangkan keributan semacam itu mulai merugikan masyarakat pemilih dan berpotensi menyandera kepentingan pemilih.

Baca juga: Ferdinand Hutahaean: Pak Luhut Tidak Marah, yg Marah Saya…

Oleh karenanya, kepada pihak-pihak yg terlibat adu mulut kala itu, Wahyu mengatakan bahwa maka ada mekanisme yg mampu ditempuh melalui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) seandainya ada pihak yg merasa keberatan.

“Kami menyampaikan, debat ini kan salah sesuatu metode kampanye, sehingga seandainya ada dugaan-dugaan pelanggaran yg menurut BPN (Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi) itu ada mekanismenya, ya silahkan dikerjakan kepada Bawaslu,” ujar Wahyu.

Bawaslu yg juga hadir dalam lokasi debat dan melerai pihak yg terlibat adu mulut pun membenarkan ucapan Wahyu.

Sehari setelah debat, Jokowi dilaporkan ke Bawaslu atas tuduhan menyerang pribadi lawan ketika debat kedua pilpres.

Baca juga: Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu karena Diduga Sampaikan Kebohongan Publik

Pelapor adalah Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB). Mereka menuding Jokowi menyerang pribadi capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, dengan menghina yg bersangkutan saat debat.

Tudingan itu mengacu pada pernyataan Jokowi yg menyebut kepemilikan lahan Prabowo di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah.

Kicauan Andi Arief

Keributan yg terjadi antara pendukung Jokowi dan Prabowo ketika jeda debat capres pertama kali diketahui melalui video yg diunggah Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief, di akun Twitternya.

Lewat akun Twitter @AndiArief__ ia menulis, “Partai Demokrat tadi malam protes keras KPU yg membiarkan terjadinya serangan yang melanggar aturan”.

Dalam video berdurasi 45 detik itu, kelihatan sejumlah anggota TKN dan BPN adu mulut.

Dari kubu Prabowo, nampak Juru Bicara BPN Ferdinand Hutahaean, Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso, hingga Wakil Ketua BPN Jansen Sitindaon.

Sementara dari pihak Jokowi, kelihatan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Direktur TKN Aria Bima, dan Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni.

Atas keributan itu, pihak KPU dan Bawaslu turun tangan.

Nampak Ketua KPU Arief Budiman, Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Hasyim Asy’ari, Ketua Bawaslu Abhan, Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar dan yg lainnya berusaha melerai kedua pihak.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca