Bukan Program Pemprov DKI, Rumah DP 0 Rupiah Di Rorotan Ingin Gunakan CSR

oleh -337 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Rumah tapak DP 0 Rupiah yg terletak di Rorotan, Jakarta Utara yaitu program swasta dengan pengembang PT Nusa Kirana. Government Relation PT Nusa Kirana Dhiki Kurniawan, tujuan dari program ini bagi menolong meringankan Pemprov menghadirkan hunian murah dan terjangkau.

BERITA TERKAIT
  • Sandiaga pastikan tender rumah DP 0 Rupiah tidak bermasalah
  • Sandi sebut rumah DP nol rupiah di Rorotan bukan program Pemprov DKI
  • Ini alasan Anies irit bicara selama pimpin DKI

“Ini murni private sector, kalaupun direspon Pemprov kalian mulai menjadi program Pemprov tentunya. Tapi ini masih dikaji lalu skema dan semua macamnya,” katanya ketika di hubungi, Kamis (1/3).

Dia menjelaskan peletakan batu atau groundbreaking tetap dikerjakan pada Rabu (28/2), walau tak dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Rumah tapak DP nol Rupiah ini di bangun di lahan seluas 1,3 hektar namun buat tahap pertama mulai dibangun 100 unit dengan luas 7.500 meter, kemudian PT Nusa Kirana mematok harga Rp 350 juta rupiah per unit buat tipe 27/45.

“Kita tetap, diresmikannya lokasi. Ini sebenarnya soft meluncurkan peresmian lokasi pembangunan. Kalau pembangunan harus pematangan terlebih dahulu. Pematangan lahan aja perlu waktu 1 tahun, kalau misalkan murni kalian bangun diharapkan pertengahan tahun depan,” tutur dia.

Sedangkan buat pembiayaannya dia memastikan tak mulai memakai skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Namun sistem kredit rumah tapak ini tetap DP 0 Rupiah. Karena, kata dia, buat DP mulai ditanggung dari Corporate Social Responsibilty (CSR) perusahaannya.

“Skema biasa aja, tetap ada subsidi nantinya. Kita mulai nol kan. Karena program ini telah kalian gulirkan,” ujarnya.

Secara terpisah Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta Agustino Darmawan juga menegaskan seandainya rumah tapak DP 0 Rupiah di Rorotan bukan program Pemprov DKI Jakarta.

“Tapi kalau mau menolong rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah ya malah bagus menunjang program DKI, tetapi itu bukan program FLPP dari Kementerian PUPR,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan rumah tapak dengan DP 0 Rupiah sangat tak mungkin dibangun di Jakarta, hal ini karena lahan yg terbatas dan tingginya harga tanah di Jakarta.

“Ya tak memungkinkan, karena harga tanah di DKI itu mahal sekali, kalau kaya di Rorotan type 45 harga tanah di sana rata-rata telah Rp 2,5 miliar, mencoba berapa itu. (300 jutaan) ya itu belum sama bangunnya, perizinan, sarana umumnya, masuk ke developer sekitar 300 juta lebih,” jelas Agustino. [fik]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca