Bocornya Percakapan Saham Yang Mengusik Menteri Rini Dan Bos PLN

oleh -121 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Ketenangan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Direktur Utama PLN Sofyan Basyir harus terusik dipenghujung minggu lalu.

Penyebabnya tidak yang lain karena bocornya rekaman percakapan antara keduanya di media sosial. Rekaman ini menjadi perhatian karena percakapan itu disebut-sebut membahas soal bagi-bagi saham di BUMN.

Dalam percakapan mengenai saham, Rini sempet menyebut beberapa perusahaan BUMN yakni Pertamina dan PLN. Sementara Sofyan menilai bagi-bagi saham masih terlalu kecil.

Baca juga : Beredar Rekaman Menteri Rini dan Dirut PLN soal Bagi-bagi Saham, Ini Tanggapan Kementerian BUMN

Sofyan juga sempat menyebut nama Ari. Namun, tak jelas siapa Ari dimaksud. Hanya dalam percakapan itu, ia bercerita kepada Rini kalau dia bertemu dengan Ari dan meminta agar persoalan share saham dibicarakan lagi.

Namun, lagi-lagi tidak jelas buat apa Sofyan atau PLN memperebutkan saham perusahaan yg diperbincangkan tersebut.

Bantahan

Kementerian BUMN melalui Sekretaris Kementerian BUMN, Imam Apriyanto Putro segera membantah bahwa rekaman tersebut bicara soal bagi-bagi saham.

Menurut dia, rekaman itu sengaja diedit sedemikian rupa dengan tujuan memberikan keterangan yg salah dan menyesatkan.

Imam membenarkan Rini dan Sofyan melakukan perbincangan setahun lalu. Namun, perbincangan itu mengenai rencana investasi proyek penyediaan energi yg melibatkan PLN dan Pertamina.

Baca juga : Menteri Rini Akan Tuntut Penyebar Rekaman Percakapan dengan Dirut PLN

Menteri Rini, kata dia, menegaskan bahwa BUMN harus mampu berperan maksimal dalam setiap proyek yg dikerjakan.

Sementara Sofyan ingin memastikan bahwa investasi tersebut memberikan manfaat maksimal untuk PLN.

Namun, ungkap Imam, proyek penyediaan energi ini pada akhirnya tak terealisasi karena diyakini tidak bisa memberikan keuntungan optimal buat Pertamina maupun PLN.

“Kami tegaskan kembali bahwa pembicaraan utuh tersebut isinya sejalan dengan tugas Menteri BUMN bagi memastikan bahwa semua BUMN dijalankan dengan dasar Good Corporate Governance (GCG),” kata Imam.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca