Berita Populer: Novanto Tuding Puan Dan Pramono Terima Uang E-KTP Serta Kisah Nyak Sandang

oleh -113 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

1. Kata Setya Novanto, Ada Uang E-KTP ke Puan Maharani dan Pramono Anung

Terdakwa masalah korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Setya Novanto menyebut ada uang hasil korupsi yg mengalir kepada beberapa politisi PDI Perjuangan, yakni Puan Maharani dan Pramono Anung.

Menurut Novanto, keduanya masing-masing mendapatkan 500.000 dollar Amerika Serikat. Hal itu dikatakan Novanto ketika sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (22/3/2018).

“Bu Puan Maharani Ketua Fraksi PDI-P dan Pramono adalah 500.000. Itu informasi Made Oka,” kata Setya Novanto kepada majelis hakim.

Menurut Novanto, pada suatu waktu pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Made Oka Masagung tiba ke rumahnya. Menurut Novanto, ketika itu Oka mengatakan bahwa ia telah menyerahkan uang kepada anggota DPR.

Pramono dan PDI-P bantah

Pramono Anung membantah pernyataan Novanto. Ia menegaskan, ketika proyek e-KTP bergulir, ia memang menjabat wakil ketua DPR.

Namun, jabatannya itu tidak berkaitan dengan Komisi II yg membahas proyek e-KTP. “Periode 2009-2014, aku pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat yg membawahi dan mengoordinasikan Komisi IV sampai dengan Komisi VII. Sama sekali tak berhubungan dengan Komisi II dan juga sama sekali tak berhubungan dengan Badan Anggaran,” ujar Pramono ketika dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta Kamis.

“Logikanya, kalau ada yg memberi (uang), pasti yg berkaitan dengan jabatan dan kedudukannya. Dalam hal ini, aku tak pernah ngomong sesuatu kata pun yg berkaitan atau berurusan dengan e-KTP,” lanjut Sekretaris Kabinet itu.

Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto juga membantah pernyataan Novanto tersebut.

Hasto mengatakan, ketika proyek e-KTP dijalankan, PDI-P sebagai oposisi tak memiliki menteri di pemerintahan sehingga tak ikut mendesain. Karena itu, ia merasa ketika ini seolah ada upaya menyudutkan PDI-P melalui perkara tersebut.

“Kami bukan dalam posisi designer, kita bukan penguasa. Dengan demikian, atas apa yg disebutkan oleh Bapak Setnov (Setya Novanto), kalian pastikan tak benar, dan kita bersiap diaudit terkait hal tersebut,” kata Hasto melalui informasi tertulis, Kamis.

Ia menambahkan, ketika ini seperti ada upaya seorang terdakwa menyebutkan banyak nama di dalam persidangan agar dijadikan justice collaborator (JC).

Baca selengkapnya: Kata Setya Novanto, Ada Uang E-KTP ke Puan Maharani dan Pramono Anung

 

2. Viral, Pengemudi Ojek “Online” Dipaksa Nikahi Penumpang Wanita

Sadarul, seorang pria yg dipaksa menikah oleh seorang wanita yg minta diantarnya di Makassar, Sulawesi Selatan.handout Sadarul, seorang pria yg dipaksa menikah oleh seorang wanita yg minta diantarnya di Makassar, Sulawesi Selatan.

Kabar seorang pengemudi ojek online di Makassar, Sulawesi Selatan, dipaksa menikahi penumpang wanitanya viral di media sosial. Adalah Sadarul (21) yg disebut sebagai pengemudi ojek online.

Saat dikonfirmasi, Sadarul membantah bahwa dirinya bukanlah pengemudi ojek online. Namun, kejadian dirinya dipaksa buat menikahi perempuan yg diboncengnya adalah benar dialaminya.

Sadarul mengatakan, hari itu, Rizal, temannya yg adalah pengemudi ojek online menghubunginya. Rizal minta tolong buat mengantarkan teman wanitanya yg bernama Amelia Dewi.

Dia pun menyanggupi dahulu menjemput Amelia di Jalan Hertasning yg tidak jauh dari rumah kosnya.

Saat bertemu, Amelia meminta mampir dahulu ke rumah kos Sadarul di Jalan Emisaelan buat minum air putih karena kehausan. Dia mengaku baru saja selesai berolahraga.

Tanpa curiga, Sadarul membawa Amelia ke rumah kosnya yg memang tidak jauh dari lokasi jemputannya.

“Jadi baru sehari telah ketemu, besoknya Amelia tiba lagi ke rumah kos dan memaksa aku mengantarkan dirinya bagi jalan-jalan. Tapi aku tak dapat karena aku baru datang dari kampung di Kabupaten Takalar,” kata Sadarul.

Baca juga : Viral, Pengemudi Ojek Online Dipaksa Nikahi Penumpang Wanita

 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-210346665559669319-411'); });

3. Unik, Pernikahan Dua Mempelai Anies dan Jokowi di Madura

Pernikahan Jokowi (Joko Widodo) dan Chairun Nisya Aziz (Anies) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur menjadi viral di media sosial sehari setelah resepsi digelar di Gedung Rato Ebu Bangkalan pada Sabtu (18/3/2018) dok. Instagram @icha_annisa296 Pernikahan Jokowi (Joko Widodo) dan Chairun Nisya Aziz (Anies) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur menjadi viral di media sosial sehari setelah resepsi digelar di Gedung Rato Ebu Bangkalan pada Sabtu (18/3/2018)

Undangan pernikahan berjudul “The Wedding of Anies and Jokowi” ramai diperbincangkan di media sosial. Pasalnya, nama kedua mempelai mirip dengan beberapa tokoh publik di Indonesia, Presiden RI Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Namun, undangan ini benar adanya. Resepsi pernikahan antara Jokowi (Joko Widodo) dan Chairun Nisya Aziz (Anies) sudah digelar di Gedung Rato Ebu Syarifah Ambami di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (18/3/2018).

Mempelai wanita, Anies, tak menyangka, undangan pernikahannya mulai viral. Dia mengatakan, undangan tersebut diunggah di akun media sosial oleh teman-temannya ketika acara resepsi digelar.

Anies menuturkan, undangan “The Wedding of Anies and Jokowi” itu dikonsep oleh temannya. Nama yg tertera di undangan pun sebenarnya adalah nama mereka. Meski bernama Chairun Nisya Aziz, dia kerap dipanggil Anies sejak dulu.

Sementara suaminya, Joko Widodo akhirnya juga dipanggil Jokowi oleh teman-temannya sejak mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjabat sebagai Presiden RI pada 2014. Meski sedikit nyerempet nama tokoh politik, Anies mengaku segera cocok konsep undangan buatan temannya itu.

Baca selengkapnya: Unik, Pernikahan Dua Mempelai Anies dan Jokowi di Madura  

 

4. Bahagianya Nyak Sandang, Penyumbang Pembelian Pesawat Pertama RI, Saat Bertemu Presiden…

Presiden Joko Widodo, Rabu (21/3/2018) malam, ketika menerima Nyak Sandang beserta putranya di Istana Merdeka Jakarta.Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Presiden Joko Widodo, Rabu (21/3/2018) malam, ketika menerima Nyak Sandang beserta putranya di Istana Merdeka Jakarta.

Keinginan Nyak Sandang buat bertemu Presiden Joko Widodo akhirnya terwujud. Nyak Sandang yaitu salah sesuatu warga negara yg ikut menyumbangkan harta kekayaannya kepada pemerintah agar mampu membeli pesawat terbang pertama di Indonesia.

Pada Rabu (21/3/2018) petang, selepas maghrib, ia bertemu Presiden Jokowi di Istana Presiden, Jakarta.

“Ini Pak Jokowi, Ayah,” kata Maturidi, salah sesuatu putranya, kepada Nyak Sandang, saat Presiden berdiri di hadapannya.

Penglihatan Nyak Sandang telah akan kabur seiring usianya yg telah memasuki 91 tahun karena penyakit katarak. Nyak Sandang terbang ke Jakarta dari kampung halamannya di Aceh pada Selasa (20/3/2018). Ia senang luar biasa.

Nyak Sandang selalu berkata-kata menggunakan bahasa tradisional Aceh ketika bertemu Presiden. “Dia (Nyak Sandang) senang sekali mampu bertemu Presiden,” kata Maturidi kepada Presiden, menerjemahkan kata-kata yg diucapkan ayahnya.

Baca selengkapnya: Bahagianya Nyak Sandang, Penyumbang Pembelian Pesawat Pertama RI, Saat Bertemu Presiden…

 

5. Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat ditemui ketika perayaan HUT Partai Gerindra ke-10 di kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta, Sabtu (10/2/2018)./ MOH NADLIR Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat ditemui ketika perayaan HUT Partai Gerindra ke-10 di kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan, pernyataannya soal Indonesia tak ada lagi tahun 2030 didasarkan pada scenario writing pihak asing. “Jadi di luar negeri itu ada scenario writing, yg nulis itu ahli-ahli intelijen strategis. Dibuka dong, baca dong,” ujar Prabowo di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Prabowo ingin mengatakan skenario tersebut sebagai sebuah peringatan buat Pemerintah Indonesia bagi tak menganggap enteng berbagai masalah yg dihadapi masyarakat Indonesia, seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, penguasaan sumber daya, hingga masalah lingkungan.

Lebih lanjut ia mengatakan, masih banyak pihak asing yg hingga kini berusaha mengganggu kedaulatan Indonesia, seperti pada masa penjajahan di masa lalu.

“Sesudah perang kemerdekaan mereka tetap Indonesia mau dipecah dari dahulu selalu. Nah ini sekarang masih ada tulisan seperti itu bahwa Indonesia ini oleh ahli masih dianggap tahun 2030 telah tak ada lagi,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Indonesia jangan terlalu lugu mulai ancaman pihak luar terhadap kedaulatan Indonesia. Sebab, berbagai kekayaan manusia, sumber daya alam, hingga kebudayaan menjadi sasaran perebutan pihak asing.

“Bahwa banyak iri sama kalian banyak yg tak milik sumber daya alam jadi mereka inginnya menjadi kaya dari kita, kalian disuruh miskin selalu jadi ini fenomena ya,” kata dia.

Baca juga : Prabowo Ungkap Pidatonya soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen  

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca