Bawaslu: Pemilu Damai Itu Yang Gembira, Kurangi Kampanye Hitam

oleh -90 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Anggota Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Rahmat Bagja meminta peserta, pelaksana, tim kampanye, dan relawan pendukung peserta pemilu mengurangi kampanye hitam.

Bagja meminta semua pihak menciptakan suasana pemilu yg damai, tanpa menyinggung isu suku, agama, ras, dan antargolongan.

“Pemilu yg damai itu yg gembira, tanpa tekanan kemudian suasananya menggembirakan dan tak mencekam. Kemudian pemilu yg damai ini prasyaratnya adalah kampanye hitam dikurangi, pemberitaan-pemberitaan mengenai suku agama dan ras dikurangi,” kata Bagja ketika ditemui di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2019).

Baca juga: Bawaslu Minta Kepolisian Tegas Tindak Dugaan Kampanye Hitam Pemilu

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

Menurut Bagja, seharusnya, peserta, tim kampanye dan relawan adu visi misi dan program, bukan justru menyebarkan hoaks dan melakukan kampanye hitam.

Hal ini utama bagi memberikan pendidikan politik yg baik serta kampanye yg gembira.

“Harapannya, supaya kampanye-kampanye yg mendidik, gembira dan tak mencekam,” ujar Bagja.

“Ada anak yg diajak ke TPS mampu melihat bapaknya, ibunya, pamannya, tantenya, kakek neneknya dan terpatri di dalam dirinya serta mulai juga dia praktikkan ke pemilu selanjutnya,” lanjut dia.

Praktik kampanye hitam kian marak belakangan ini.

Baca juga: TKN Jokowi-Maruf Perintahkan Caleg Tak Main Kampanye Hitam

 

Pada akhir Febuari 2019, sebuah video viral diduga bentuk upaya kampanye hitam terhadap pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyebar.

Video tersebut diunggah pemilik akun Twitter @citrawida5.

Dalam video tersebut, seorang perempuan tengah berbicara kepada salah seorang penghuni rumah dalam bahasa Sunda.

Moal aya deui sora azan, moal aya deui Nu make tiung. Awewe jeung Awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin (tidak ada lagi suara azan, tak ada lagi yg pakai kerudung, perempuan dan perempuan boleh menikah, laki-laki dan laki-laki boleh menikah),” kata perempuan dalam video tersebut.

Yang terbaru, sebuah video kembali viral. Seorang ibu yg diduga di Sulawesi Selatan melakukan kampanye hitam terhadap Jokowi.

Baca juga: Maruf Amin Kirim Tim Khusus buat Klarifikasi Kampanye Hitam di Aceh

Dalam video berdurasi 45 detik itu, si ibu yg kelihatan tengah bertamu ke rumah salah seorang warga, mengatakan, pemerintahan Jokowi mulai menghapus kurikulum agama dan menghapus pesantren.

Kalau kami pilih Prabowo itu, kami pikirkan nasib agama kita, anak-anak kami walaupun kami tak menikmati.Tapi besok lima tahun atau 10 tahun mulai tiba ini, apakah kami mau kalau pelajaran agama dihapuskan oleh Jokowi bersama menteri-menterinya,” kata ibu tersebut, dilihat dari rekaman video.

Itu kan salah sesuatu programnya mereka. Yang pertama, pendidikan agama di hapus di sekolah sekolah. Terus rencananya mereka itu menggantikan pesantren Itu mulai menjadi sekolah umum dan berbagai jenis cara bagi ini,” sambungnya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca