Menyesal Terlibat Kasus Hukum, Gatot Brajamusti Berandai-andai Waktu Dapat Diulang

oleh -389 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Gatot Brajamusti mengutarakan penyesalannya karena sudah terlibat perkara hukum. Sidang lanjutan masalah kepemilikan senjata api ilegal dan satwa liar yg menyeret Gatot Brajamusti digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018). Sidang tersebut beragendakan pembacaan nota pembelaan atau pledoi dari pihak terdakwa.

Persidangan yg memakan waktu hingga hampir beberapa jam itu diawali dengan pembacaan pledoi dari pihak kuasa hukum. Dalam nota pembelaannya, Gatot Brajamusti yg terdengar menahan tangis mengungkap dua poin yg menjadi alasan di balik permohonannya meminta keringanan hukuman pada Majelis Hakim. Salah satunya adalah rasa ketidaktahuan dan penyesalan.

“Andaikan waktu dapat kembali mundur ke masa silam, (saya akan) memperbaiki kesalahan-kesalahan yg aku lakukan, kesalahan yg aku rasa dan tak terasa ketika itu yg pasti mulai aku perbaiki dengan sungguh-sungguh karena kesalahan itu membawa bencana dan kesengsaraan,” begitu kata Gatot Brajamusti, membacakan sebundel kertas berisi nota pembelaan yg ia tulis di Rutan Cipinang.

“Namanya waktu itu tak mampu diulang seperti apa yg aku andai-andaikan, waktu selalu berjalan. Saya cuma dapat memohon ampunan kepada Tuhan agar permohonan ini aku diberikan kesempatan bagi memperbaiki diri dari semua kesalahan yg pernah aku lakukan, terutama khususnya kesalahan yg sedang aku hadapi. Saya mulai berhati-hati dan berhadapan dengan hukum semua,” sambung Gatot Brajamusti sebelum menutup pledoinya dengan paragraf terakhir.

Sidang lanjutan perkara Gatot Brajamusti mulai dilaksanakan minggu depan dengan agenda replik atau jawaban JPU atas pledoi yg sudah disampaikan pihak terdakwa. Sebelumnya, Gatot Brajamusti dituntut hukum tiga tahun penjara atas beberapa masalah tersebut. Selain itu, JPU juga meminta mantan guru spiritual Reza Artamevia itu buat membayar denda Rp 10 juta subsider tiga bulan kurungan.

Gatot Brajamusti dinilai terbukti melakukan tindak pidana seperti diatur dalam Pasal 21 Ayat 2 huruf a Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem karena memiliki satwa yg dilindungi dalam kondisi hidup. Gatot juga dinilai melanggar Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena memiliki senjata api.

Ditulis Oleh: Fajarina Nurin

(kpl/lip/frs)

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca