Kronologi Sakit Chef Harada, Keluarga Sempat Ingin Bawa Berobat Ke Jepang

oleh -452 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Kepergian chef Harada ke haribaan Tuhan Yang Maha Esa memang terasa mendadak, terlebih bagi keluarga. Karena chef yang berasal Jepang ini baru mengeluhkan sakit pada momen Tahun Baru 2018 lalu, dan dalam waktu kurang dari tiga bulan, kondisinya selalu menurun sampai akhirnya meninggal dunia pada Senin, (19/3).

BERITA TERKAIT
  • Anak Chef Harada ungkap ayahnya telah jadi mualaf sebelum menikah dengan ibunya
  • Firasat keluarga dan keinginan terakhir Chef Harada sebelum meninggal
  • Ayumi, anak Chef Harada unggah foto kenangan dengan sang ayah

Sebelum pemakaman ayahnya, Ayumi Harada sempat menemui awak media dan mengisahkan kronologi sakit yg diderita chef kocak ini. Ternyata, chef bernama lengkap Muhammad Hiromitsu Harada ini sempat menjalani dua kali operasi.

“Awalnya sakit perut. Kita kira kayak kebentur, karena jalannya gitu (sempoyongan). Tapi kok makin lama susah BAB, selalu dibawa ke dokter dan disuruh rawat inap. Tapi papa suka kerja. Kata dokter bandel. Terus nggak lama perutnya kembung, ke dokter lagi. Terus dirawa tetapi aku gak mau kasih tau papa sakit apa. Terus dioperasi lagi. Tapi kok kembung lagi. Pagi dioperasi lagi. Selama sesuatu bulan, dioperasi empat kali karena ada kebocoran. Jadi kemarin dioperasi, besok harus dioperai lagi. Belum kering, harus dibedah lagi,” ungkap Ayumi saat ditemui di rumah duka, Villa Mutiara Cinere Blok B2 no 38.

Kondisi chef Harada sempat membaik setelah menjalani operasi terakhir. Minggu (12/3) malam, meskipun masih dirawat di ICU tetapi chef Harada masih dapat main lempar bola. Keluarga pun sempat berencana buat membawa Harada ke Jepang. Namun sebelum pengantar ke Jepang turun dari dokter di Indonesia, takdir telah berkata lain.

“Tadinya mau ke Jepang, (karena) lama penyembuhannya (di Indonesia). Nunggu papa dapat naik kursi roda. Dan kalian telah siapin kursi roda, sendal, celana, jaket. Pas kalian bawain (persiapan ke Jepang) papa agak sesak napas tetapi masih stabil. Semalam itu drop. Kata dokternya kayaknya harus dimasukin selang, tetapi kalian kasihan lihatnya,” lanjut Ayumi.

Menurut Ayumi, pihak rumah sakit terkesan lambat dalam memberikan surat pengantar bagi ke Jepang. Ia pun marah-marah, mengapa lama menahan pasien. Sementara keluarga dan sahabat Harada ingin agar chef ini langsung mendapatkan pengobatan terbaik.

“Gimana ya. Pelayanan di rumah sakit papa juga lama. Kayaknya ada persoalan sama pelayanan di rumah sakit, jadi pengen pindah ke Jepang. Hbnya turun terus, tetapi semalem nggak ditambah Hbnya. Awalnya memang kayak penyakit kecil, operasi kecil, abis operasi segera hilang. Tapi kok ini ada operasi kedua, ketiga, keempat. Ada kebocoran, karena itu nggak mampu pindah (rumah sakit). Dengan kondisi papa yg lemes. Terus akhirnya kalian mau pindahin ke Jepang. Tapi udah keburu drop,” terangnya.

(kpl/phi)

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca