Adu Klaim Elektabilitas Jokowi Dan Prabowo Di Jateng Dan Jabar

oleh -81 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Menjelang hari pemungutan suara pada 17 April 2019, masing-masing tim sukses pasangan capres dan cawapres mengerahkan semua strategi bagi mengungguli pasangan lawan.

Salah satunya, strategi klaim elektabilitas yg terjadi dua minggu terakhir.

Klaim elektabilitas dikerjakan kedua kubu, baik kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin, maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Klaim itu ada yg berdasar pada hasil survei lembaga internal, ada pula yg mengutip lembaga survei.

Seperti apa klaim kedua kubu?

Klaim Kubu Jokowi

Sekretaris Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo-Maruf Amin (TKN) Hasto Kristiyanto ketika memberikan informasi di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2019). /KRISTIAN ERDIANTO Sekretaris Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo-Maruf Amin (TKN) Hasto Kristiyanto ketika memberikan informasi di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2019).

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, dua kali menyebutkan bahwa angka keterpilihan atau elektabilitas jagoannya di Provinsi  Jawa Barat meningkat, bahkan mengungguli rivalnya, Prabowo-Sandi.

Jawa Barat menjadi wilayah yg menjadi salah sesuatu pusat perhatian kubu ini, mengingat pada Pilpres  20014, Jokowi kalah telak di tanah Sunda, seandainya dibanding dengan Prabowo yg waktu itu berpasangan dengan Hatta Rajasa.

Perolehan suara pada 2014, Jokowi tertinggal 20 persen dari Prabowo.

Kini, timses Jokowi-Ma’ruf mengklaim elektabilitas Jokowi di Jawa Barat sudah mengungguli Prabowo.

Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto, bahkan menyebut elektabilitas Jokowi di Jawa Barat berada di angka 52,5 persen, atau 4,1 persen di atas elektabilitas Prabowo.

Baca juga: Saling Klaim Elektabilitas, Jokowi Kuasai Jabar dan Prabowo Unggul di Jateng

Ia menyebut, angka ini didapatkan dari hasil survei internal timnya.

“Dari hasil kerja partai pengusung dan relawan, memamerkan tren yg positif kepada Jokowi-Ma’ruf, sehingga aku meyakini elektabilitasnya masih mulai selalu naik,” kata Hasto, Sabtu (23/2/2019).

Selain itu, Dewan Pengarah Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Jawa Barat, Ridwan Kamil, peningkatan ini memiliki tren yg positif.

Ridwan juga meyakini, seandainya dengan posisi kalah 20 persen saja Jokowi mampu terpilih menjadi presiden, apalagi dengan mengunggulinya.

Baca juga: Hasto Klaim Elektabilitas Jokowi-Maruf Ungguli Prabowo-Sandi di Jawa Barat

Angka yang lain disampaikan oleh Anggota Dewan Penasihat (TKN) Jokowi-Ma’ruf,  Muhaimin Iskandar.

Pria yg akrab disapa Cak Imin ini, menyebutkan, masih terjadi persaingan ketat di wilayah Jawa Barat.

Ia mengklaim, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf telah mencapai 51 persen di Jawa Barat.

Sementara, Juru Bicara TKD Jokowi-Ma’ruf Jawa Barat, Ismaya, menyebut di Kabupaten Garut elektabilitas pasangan nomor urut o1 itu sebesar 41 persen suara, sementara Prabowo-Sandi 7 persen di atasnya dengan 48 persen suara.

Sementara, di Jawa Tengah yg terkenal sebagai basis suara Jokowi, pihak TKN meyakini pemilih petahana telah solid dan sulit buat berubah.

Baca juga: Muhaimin Klaim Jokowi-Maruf Unggul di Jawa Barat

Klaim Kubu Prabowo

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno dan pimpinan BPN Prabowo-Sandiaga memberikan informasi pers di Lorin Solo Hotel Jalan Adi Sucipto, Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (8/2/2019)./LABIB ZAMANI Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno dan pimpinan BPN Prabowo-Sandiaga memberikan informasi pers di Lorin Solo Hotel Jalan Adi Sucipto, Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (8/2/2019).

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga juga mengklaim peningkatan suaranya di Jawa Tengah.

Selain menjadi provinsi dengan penduduk terpadat ketiga di Indonesia, Jawa Tengah juga yaitu basis simpatisan partai-partai koalisi pendukung Jokowi.

Wakil Ketua BPN Ahmad Muzani megklaim elektabilitas Prabowo-Sandiaga meningkat di Jawa Tengah, sementara Jokowi menurun.

“Suara Pak Prabowo di Jawa Tengah telah akan meningkat. Suara Jokowi berkurang,” ujarnya, Jumat (22/2/2019).

Pada pemilu sebelumnya, perolehan suara Prabowo-Hatta kalah jauh dari Jokowi-Jusuf Kalla.

Jawa Barat yg menjadi lumbung suara untuk Prabowo, menurut Muzani, tetap dijaga suaranya.

Adapun, Jawa Tengah konsisten mulai diintersepsi buat meningkatkan raihan dukungan nasional.

Baca juga: BPN Klaim Elektabilitas Prabowo Naik di Jateng, Elektabilitas Jokowi Turun

BPN mengklaim selisih suara di Jawa Tengah semakin tipis, bahkan calon wakil presiden, Sandiaga Uno, menyebut selisihnya cuma tersisa 1 digit saja.

“Selisih telah single digit. Tapi kalian mesti kerja keras. Kami telah lewat 40 persen dan single digit,” kata Sandiaga, pada akhir Januari 2019.

Juru bicara BPN, Pipin Sopian, menyebutkan, pemilih di Jawa Barat loyal terhadap Prabowo.

“Kami milik survei sendiri di Jawa Barat masih dikuasai oleh Prabowo-Sandia, karena pemilih Jawa Barat itu pemilih loyal, ideologis dan pemilih aktif,” kata Pipin,. Senin (25/2/2019).

Tak cuma itu, Wakil Ketua BPN, Priyo Budi Santoso mengklaim kubunya telah menguasai suara di 4 provinsi di Pulau Jawa, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan DIY.

Baca juga: Timses Klaim Pemilih Jawa Barat Loyal ke Prabowo

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca