7 Penerima Tanda Jasa Dari Jokowi Yang Pernah Terjerat Polemik Hukum..

oleh -61 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Presiden Joko Widodo memberikan tanda kehormatan kepada sejumlah tokoh yg dianggap telah banyak berjasa di Indonesia. Tanda kehormatan diberikan sekaligus dalam rangka memperingati HUT ke-74 RI.

Pemberian tanda jasa kehormatan ini yaitu hasil persetujuan sidang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (Dewan GTK) periode Agustus 2019.

Namun, dari 29 tokoh tersebut, terdapat dua nama yg sempat ramai jadi perbincangan publik karena pernah terjerat masalah. Beberapa dari mereka pernah dijerat masalah pidana, ada juga yg diduga melanggar etik.

Namun, Wakil Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Jimly Asshiddiqie memastikan, seluruh yg diberikan gelar penghargaan hari ini tidak memiliki persoalan hukum.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112'); });

“Sampai detik ini seluruh yg diberikan gelar ini, penghargaan ini, tak ada persoalan hukum,” ujar Jimly, Kamis (15/8/2019).

Apabila nantinya penerima tanda jasa terseret perkara hukum, maka penghargaannya dapat dicabut.

Berikut sejumlah penerima tanda bintang dari presiden yg pernah tersandung polemik hukum di masa lalu:

1. Hadi Poernomo (Ketua BPK periode 2009-2014)

Mantan Ketua BPK Hadi Poernomo usai menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2019)./ IHSANUDDIN Mantan Ketua BPK Hadi Poernomo usai menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Hadi mendapatkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama. Penghargaan kepada Hadi menuai kontroversi, mengingat dirinya sempat terlibat kasus hukum.

Dia pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam masalah dugaan korupsi terkait pembayaran pajak PT Bank Central Asia (BCA).

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.