Vendor Ponsel China ZTE Hentikan Operasi Global

oleh -116 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

– Salah sesuatu vendor smartphone China, ZTE, menghentikan operasi globalnya. Keputusan ini diambil sebagai akibat dari sanksi yg dijatuhkan pemerintah Amerika Serikat kepada ZTE.

“Sebagian besar aktivitas operasi perusahaan sudah berhenti,” tulis ZTE dalam pengumuman perdagangan saham di Hong Kong.

Kementrian Perdagangan AS melayangkan surat ke ZTE pada 15 April lalu. ZTE dianggap gagal menegakkan perjanjian, setelah mengaku bersalah sudah mengirimkan peralatan AS ke Iran dan Korea Utara secara ilegal tahun lalu.

Perjanjian yg dimaksud berisikan teguran buat ZTE dan larangan memberikan bonus ke pegawai yg melakukan kegiatan ilegal. Perusahaan juga sudah menyetujui mulai kehilangan hak ekspornya selama tujuh tahun seandainya tak mematuhi perjanjian.

Baca juga: Ponsel Huawei dan ZTE Dilarang Dijual di Sekitar Markas Militer AS

Namun, ZTE tidak mengindahkan perjanjian tersebut dengan tetap memberikan bonus penuh kepada pegawai yg terlibat. ZTE cuma memberhentikan empat pegawai senior dan tetap mempertahankan 35 pegawai yg disebut terlibat dalam pengiriman ilegal ke Iran dan Korea Utara.

Alhasil, ZTE harus menerima konsekuensi dengan memberhentikan ekspornya selama tujuh tahun ke AS. Pemerintah AS juga melarang perusahaan teknologi AS memasok komponen ke ZTE.

Di pasar AS, bisnis ZTE sebenarnya cukup bisa bersaing. ZTE menjadi vendor smartphone nomor empat terbesar di AS pada 2017.

Dalam pengumumannya, ZTE mengaku masih memiliki cukup biaya meskipun pengoperasian global disetop buat sementara waktu. Mereka memakai tabungan di bank bagi menjalankan operasional, sekaligus mencari jalan keluar.

Seperti kebanyakn vendor smartphone di China, ZTE sangat bergantung mulai pasokan komponen dari AS, khususnya chipset produksi Qualcomm dan software Android buatan Google.

Baca juga: Ponsel ZTE Tak Bisa Pakai Chip Qualcomm

Dilansir Tekno dari The Verge, Jumat (11/5/2018), perusahaan tersebut mengaku sedang dalam pembicaraan dengan AS tentang upaya mengembalikan keadaan.

Untuk menggantikan komponen chipset Qualcomm, ZTE mulai menerima pasokan dari pabrik chipset yang berasal Taiwan, MediaTek, yg juga menjadi salah sesuatu vendor chipset besar di Asia.
MediaTek pun mengaku tekah mengantongi ijin bagi menjual komponen ke ZTE minggu ini.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca